Tasikmalaya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Jawa Barat memberikan pelatihan khusus memperkuat kalangan penyuluh agama di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat untuk menjadi agen edukasi keuangan bagi masyarakat agar terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.

"Kami mendorong penyuluh agama untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat," kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Tasikmalaya, Rabu.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut bagian dari upaya OJK memperluas jangkauan edukasi keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Kegiatan mengedukasi penyuluh agama tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang sudah dilakukan di Kota Tasikmalaya untuk menjangkau masyarakat secara luas.

Menurut dia, penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai orang yang memiliki pengaruh dan dekat dengan masyarakat, sehingga dapat menjadi saluran yang efektif dalam menyampaikan edukasi keuangan.

"Dengan jangkauan yang luas, diharapkan tercipta multiplier effect yang mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat," katanya.

Ia berharap masyarakat bisa lebih memahami pengelolaan keuangan yang sehat, memilih produk, dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta menghindari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang merugikan.

"Sinergi dengan Kementerian Agama, dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat, sehingga masyarakat semakin cakap keuangan, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, dan terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal," katanya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim menyampaikan, edukasi keuangan merupakan bagian penting dalam pembinaan masyarakat.

Menurut dia, selama ini penyuluh agama memiliki kedekatan dengan masyarakat, sehingga menjadi cara yang efektif menyampaikan informasi yang tidak hanya tentang nilai keagamaan, tapi juga membangun masyarakat cerdas mengelola keuangan.

Kementerian Agama Ciamis, kata dia, rencananya mengintegrasikan materi edukasi keuangan ke dalam program pembekalan pranikah bagi calon pengantin.

"Langkah ini dilakukan sebagai upaya membangun kesiapan pengelolaan keuangan keluarga sejak dini," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026