Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan sistem satu arah dari Bandung Barat menuju Cianjur pada H+2 lebaran karena antrean kendaraan yang meningkat sempat tidak bergerak sepanjang 8 kilometer, Minggu.

Pantauan Antara, volume kendaraan dari Bandung menuju Cianjur didominasi pengendara dengan tujuan balik, berwisata, dan silaturahmi sudah terlihat sejak Minggu siang, sedangkan dari aras sebaliknya volume kendaraan tidak terlalu tinggi sehingga petugas melakukan berbagai upaya penyekatan.

Antrean kendaraan yang menumpuk dari arah Bandung ke Cianjur dengan laju kendaraan terhenti selama beberapa puluh menit terus memanjang, bahkan upaya penyekatan yang sempat diberlakukan tidak dapat mencairkan antrean, sehingga petugas melakukan sistem satu arah pada Minggu petang.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi di Cianjur, Minggu, mengatakan antrean panjang kendaraan yang tersendat membuat pihaknya berkoordinasi degan Polres Bandung Barat, untuk melakukan sistem satu arah menuju Cianjur guna mencairkan antrean.

"Antrean kendaraan sempat memanjang dengan laju tersendat, membuat kami melakukan sistem satu arah menuju Cianjur mulai dari wilayah hukum Bandung Barat, guna mencairkan antrean," katanya.

Sistem satu arah diberlakukan secara bertahap selama satu jam, hingga akhirnya menjelang petang antrean kendaraan kembali mencair dan arus kendaraan dapat melintas normal dari kedua arah.

Pihaknya mengimbau pengendara untuk mematuhi aturan lalulintas dan anjuran petugas dengan tidak mendahului sampai melebar ke pinggir jalan karena dapat menyebabkan antrean terutama di jalur Bandung-Cianjur.

"Kami tempatkan puluhan anggota termasuk tim pengurai macet di titik rawan macet seiring tingginya volume kendaraan yang melintas termasuk di jalur Bandung-Cianjur," katanya.

Memasuki H+3 lebaran pada Senin (23/3) tambah dia, pihaknya memberlakukan sejumlah rekayasa arus termasuk sistem satu arah di sejumlah titik mulai dari kawasan Puncak hingga Haurwangi perbatasan Cianjur dengan Bandung Barat karena diprediksi puncak arus balik akan terjadi.

"Kami siapkan sejumlah skema agar tidak terjadi kemacetan dengan antrean mengular di sejumlah titik rawan saat terjadi puncak arus balik pada Senin," katanya.

 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026