Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memastikan jalur selatan Cianjur tepatnya di Kecamatan Cibeber sudah dapat dilalui normal dari kedua arah, setelah penanganan truk yang terperosok menutup jalan berhasil dievakuasi, Sabtu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Ipda Ahmad Prio Gunawan di Cianjur, Sabtu, mengatakan truk bermuatan bata hebel mengalami kecelakaan tunggal terperosok ke dalam parit di pinggir jalan karena sopir kurang berhati-hati.
Sopir yang mengambil jalur lain berusaha menghindari tabrakan, sehingga truk hilang kendali masuk ke dalam parit dengan posisi bagian depan truk menutup sebagian besar jalan, akibatnya antrean panjang kendaraan sempat terlihat hingga Sabtu siang.
"Proses penanganan dilakukan bersama Polsek Cibeber, sehingga truk yang melintang jalan akhirnya berhasil dievakuasi, selama proses berjalan petugas sempat melakukan sejumlah rekayasa arus dengan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun antrean kendaraan sempat memanjang dari kedua arah selama tiga jam lebih, setelah proses evakuasi berhasil dilakukan, arus kendaraan dapat melintas normal dari Cianjur ke wilayah selatan atau sebaliknya.
Pihaknya mengimbau pengendara untuk berhati-hati dan waspada saat melintas di sepanjang jalur utama selatan Cianjur mulai dari Cibeber hingga Naringgul terutama bagi sopir dengan kendaraan besar seperti truk karena banyak jalan menikung tajam.
Termasuk titik rawan bencana longsor yang harus diwaspadai mulai dari wilayah Campaka sampai dengan Tanggeung, terutama saat hujan turun deras yang sejak beberapa hari terakhir melanda sebagian besar wilayah Cianjur.
Tidak hanya di jalur selatan, pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur utama Cianjur mulai dari kawasan Puncak hingga Haurwangi, dimana terdapat titik rawan terjadi pohon tumbang ketika cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau pengendara untuk berhati-hati dan waspada, pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan lebih baik menepi ketika hujan turun deras guna menghindari hal tidak diinginkan sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.