Cianjur (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, menilai kompensasi pada kusir delman dan sopir angkutan kota yang diberikan Gubernur Jabar dapat mengantisipasi terjadinya macet panjang di jalur utama Jabar saat arus mudik dan balik lebaran 2026.
Anggota Komisi IV DPRD Jabar Abdul Karim di Cianjur, Minggu, mengatakan sepanjang arus mudik dan balik lebaran 2026 tidak terlihat macet total di titik rawan seperti di Jalur Bandung-Garut, Bandung-Cianjur, dan sejumlah jalur utama lainnya.
Hanya antrean panjang kendaraan dengan laju tersendat dan kembali mencair setelah dilakukan sejumlah rekayasa arus pihak kepolisian di masing-masing wilayah, sehingga dalam hitungan puluhan menit antrean kembali mencair setiap harinya.
Terlebih di kawasan Puncak-Cianjur, ungkap wakil rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan Cianjur itu, tidak ada macet parah di sepanjang jalur utama Cianjur saat libur lebaran karena angkutan kota tidak beroperasi.
"Kami menilai upaya yang dilakukan Gubernur Jabar membuahkan hasil, jalur utama Cianjur hingga Puncak yang biasanya terjadi macet parah hingga belasan jam tidak terlihat selama arus mudik dan balik 2026 karena delman dan angkutan tidak beroperasi," katanya.
Bahkan di sepanjang jalur utama Cianjur fasilitas penunjang jalan sudah cukup lengkap termasuk Penerangan Jalan Umum yang banyak terpasang, sehingga pemudik dapat menentukan kapan dapat melintas tanpa rasa was-was dan harus terjebak antrean.
Selama ini, ungkap dia, kepadatan arus mudik di jalur utama Cianjur, akibat pemudik yang melintas secara bersamaan pada siang hari karena tahun sebelumnya PJU di sepanjang jalur masih minim terutama ke wilayah Cianjur selatan.
Namun tahun ini, volume kendaraan pemudik yang melintas dapat menentukan jadwal berangkat dan melintas pada malam hingga dini hari karena PJU yang terpasang sudah memadai meski di sejumlah titik terlihat ada yang mati atau tidak berfungsi secara maksimal.
Terlebih ketika delman dan angkutan tidak beroperasi selama mudik dan balik lebaran namun mendapat kompensasi, menjawab permasalahan yang selama ini menyebabkan macet parah di sejumlah titik di jalur utama mudik Jabar.
"Di tahun selanjutnya tentu kami mendukung program yang dilakukan Pemprov karena dapat mengurai kemacetan selama libur lebaran, namun dengan catatan ada sejumlah PJU yang mati dan landasan jalan yang belum diperbaiki terutama di wilayah selatan," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026