Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mencatat volume kendaraan yang melintas di jalur utama Cianjur pada H+6 lebaran mulai landai namun sistem satu arah sempat diberlakukan imbas padatnya kendaraan di wilayah hukum Bogor.
Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi di Cianjur, Jumat, mengatakan volume kendaraan tujuan balik ke berbagai wilayah di Jabodetabek yang melintas di jalur utama Cianjur landai sejak pagi hingga siang namun kembali meningkat pada petang.
"Dibandingkan dua hari terakhir, volume kendaraan pada H+6 lebaran sudah landai, namun berbagai antisipasi dilakukan guna mencegah terjadinya lonjakan terutama malam hari, sistem satu arah sempat dilakukan saat petang imbas padatnya kendaraan di Bogor," katanya.
Dia menjelaskan arus lalulintas di sepanjang jalur utama Cianjur pada pagi dan siang dapat melintas normal, namun saat petang terjadi peningkatan namun tidak menyebabkan antrean termasuk di jalur Cianjur-Bandung dan jalur Cianjur-Sukabumi.
Hanya laju kendaraan tersendat namun tetap bergerak karena banyaknya kendaraan yang keluar masuk rumah makan, tempat wisata, dan tempat istirahat, sehingga puluhan petugas disiagakan guna mengatur arus lalulintas agar tidak terjadi antrean panjang.
Pihaknya memprediksi puncak arus balik libur lebaran akan terjadi pada 28 Maret, sehingga sejumlah rekayasa arus diberlakukan termasuk mengarahkan pengendara dengan tujuan Jabodetabek melintas di jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi.
"Kami perkirakan puncak arus balik kedua akan terjadi pada Sabtu, sehingga sejumlah rekayasa arus termasuk sistem satu arah akan diterapkan guna mengantisipasi macet total di jalur Puncak," katanya.
Pengendara dengan tujuan Jabodetabek dan Banten, tambah dia, diminta menghindari melintas di jalur Puncak pada Sabtu dan Minggu guna menghindari terjebak antrean panjang seiring tingginya volume kendaraan.
Pihaknya meminta pengendara khususnya pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalulintas dan anjuran petugas agar aman dan nyaman serta selamat sampai ke rumah masing-masing di perantauan.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.