Cianjur, Jawa Barat (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat puncak arus mudik di wilayahnya terjadi pada H-2 Lebaran 2026 atau Kamis (19/3/2026) dengan volume kendaraan yang melintas mencapai 150 ribu unit.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Cianjur M Iqbal Safarudin di Cianjur, Jabar, Jumat, mengatakan puncak arus mudik terjadi sejak pagi hingga malam dan diprediksi berlanjut pada H-1 Lebaran, dengan kendaraan pemudik mengarah ke sejumlah kecamatan di Cianjur.
"Pada H-2 Lebaran jumlah kendaraan yang melintas di jalur mudik Cianjur mengalami kenaikan mencapai 150 ribu kendaraan, sebagian besar menjadikan Cianjur sebagai daerah tujuan dan sisanya sekitar 15 persen hanya sekadar melintas," katanya.
Dia merinci dari ratusan ribu pemudik yang melintas, 39 persen di antaranya dengan sepeda motor, 51 persen dengan mobil, sedangkan 10 persen truk kecil.
Mengantisipasi lonjakan arus, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi ketika terjadi kepadatan di jalur utama Cianjur.
"Rekayasa arus diberlakukan secara fleksibel dan situasional berdasarkan kondisi terkini di lapangan, ketika terjadi antrean kendaraan memanjang di jalan arteri berpotensi menimbulkan kemacetan, petugas segera mengarahkan pengendara ke jalur alternatif," katanya.
Dia juga menjelaskan titik rawan kepadatan arus saat mudik dan balik seperti Pasar Ciranjang dan Pasar Cipanas, yang mana petugas menyiapkan skema manajemen lalu lintas berupa kanalisasi serta kemungkinan penerapan contra-flow saat kondisi mendesak.
Fokus pengamanan dan rekayasa, tambah dia, dipusatkan di jalur utara dan timur yang menjadi koridor utama pergerakan pemudik pada musim mudik lebaran 2026.
"Kami menempatkan petugas di titik rawan macet guna membantu kelancaran arus lalu lintas selama mudik dan balik Lebaran guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang melintas," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026