Bandung (ANTARA) - Gemuruh teriakan bahagia dan tangis haru bercampur dengan nyala kembang api mewarnai sudut-sudut Kota Bandung pada Sabtu malam ini yang seakan berpesta atas raihan juara Indonesia Super League ketiga secara berturut-turut oleh Persib Bandung.

Seperti di perempatan Jalan Braga-Jalan Naripan Bandung, Sabtu malam, masyarakat tiba-tiba memenuhi perempatan tersebut tepat ketika peluit tanda berakhirnya pertandingan Persib VS Persijap yang berlangsung di Stadion GBLA Bandung, berakhir.

Sambil meneriakkan yel-yel "Persib juara" semua orang tampak gembira dan semakin riuh saat kembang api juga turut dinyalakan.

"Juara, juara, Persib juara," teriak warga di lokasi yang hingga berita ditulis perayaan ini seakan tidak akan segera berhenti.

Bukan hanya persimpangan Naripan, kepadatan perayaan kemenangan Persib juga terlihat di berbagai tempat di mana masyarakat keluar dari gang-gang, dan kawasan permukiman.

Seperti di simpang Jalan Braga-Tamblong-Suniaraja di depan Center Point hingga Suniaraja bawah, kemudian di Viaduct depan Kantor Pusat KAI, Jalan Wastukencana (Babakan Ciamis), Jalan Pajajaran (Merdekalio), dan simpang Jalan Cihampelas-A Rivai di mana masyarakat tua dan muda berdiri di pinggir jalan menunggu datangnya rombongan konvoi suporter untuk turut merayakan kemenangan Persib.

Raihan ini sendiri, menempatkan Persib sebagai tim pertama yang sukses mencetak hattrick atau meraih gelar juara kasta tertinggi liga tiga musim berturut-turut di era saat ini.

Kepastian ini didapat setelah Pangeran Biru menyudahi laga pamungkas pekan ke-34 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan hasil imbang tanpa gol.

Tambahan satu poin krusial ini membuat koleksi poin Persib di puncak klasemen akhir menjadi 79 poin.

Poin ini tak lagi mampu dikejar oleh kompetitor terdekatnya, Borneo FC Samarinda, yang meski menang 7-1 atas Malut United, harus puas finis di posisi runner-up dengan poin yang sama (79 poin) namun kalah catatan head-to-head dari sang juara.

Pencapaian tiga musim beruntun ini memecahkan rekor yang belum pernah dilakukan oleh klub mana pun sejak era Liga 1 bergulir pada 2017 silam. Persib berhasil melewati rekor Bali United (juara musim 2019 dan 2021) dengan memperpanjang dominasi mereka hingga tahun ketiga tanpa jeda.

Gelar juara musim 2025/2026 ini bisa dibilang sebagai mahakarya terbaik dari pelatih Bojan Hodak. Berbeda dengan dua musim sebelumnya yang mengandalkan duet maut lini serang lama, Persib musim ini harus melewati fase transisi besar setelah ditinggalkan pilar-pilar pentingnya.

Namun, kejeniusan strategi manajemen dan tim pelatih terbukti ampuh. Masuknya gelandang berkelas dunia Thom Haye, bersama visi bermain Eliano Reijnders dan etos kerja Adam Alis, mengubah determinasi permainan Persib menjadi lebih kolektif dan matang.

Di bawah komando Bojan Hodak, Maung Bandung menjelma menjadi tim dengan pertahanan paling kokoh di liga, hanya kebobolan 22 gol sepanjang musim, sekaligus mencatatkan rekor fantastis 22 laga tak terkalahkan hingga akhir kompetisi.

Baca juga: Persib dan Borneo FC main bareng, ini skema juara Super League 2025/2026 kedua tim!



Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026