Kota Bogor (ANTARA) - Kebakaran rumah kontrakan di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (5/3) malam saat warga bersiap melaksanakan shalat tarawih, mengakibatkan seorang balita berusia satu tahun meninggal dunia.
Kepala Kepolisian Sektor Bogor Tengah Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Waluyo mengatakan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung ditangani petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi.
"Informasi kebakaran kami terima sekitar pukul 20.00 WIB, menjelang shalat tarawih. Saat kami tiba di lokasi, petugas Damkar sudah melakukan pemadaman dan kondisi sudah aman terkendali," kata Waluyo.
Ia menjelaskan kebakaran tersebut menimbulkan korban jiwa seorang balita berusia satu tahun bernama Zaki. Selain itu, terdapat dua korban lain yang mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit PMI Kota Bogor.
"Korban ada tiga orang, satu meninggal dunia atas nama Zaki usia satu tahun. Dua korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RS PMI,” ujarnya.
Waluyo mengatakan ketiga korban itu merupakan satu keluarga yang menempati rumah kontrakan di wilayah tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Dugaan sementara yang terlihat berasal dari kompor. Kemungkinan saat memasak, kemudian yang bersangkutan tertidur sehingga saat terbangun api sudah berkobar," katanya.
Petugas dari Unit Reserse Polsek Bogor Tengah bersama tim Inafis Polresta Bogor Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta pendataan korban.
Sementara itu, Lurah Tegallega Hardi Suhardiman mengatakan korban diketahui merupakan warga yang mengontrak rumah di wilayah tersebut dan bukan warga asli Kelurahan Tegallega.
"Korban merupakan pengontrak, berasal dari wilayah Tanahbaru dan baru sekitar enam bulan tinggal di Tegallega," kata Hardi.
Pihak kelurahan bersama kepolisian dan pemadam kebakaran telah melakukan evakuasi korban serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.
"Kami akan berkoordinasi dengan BPBD dan Perumkim terkait kemungkinan bantuan hunian sementara bagi keluarga korban karena orang tuanya saat ini masih dirawat di rumah sakit," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat seperti di Kelurahan Tegallega.
"Wilayah kami memang didominasi kawasan padat penduduk. Kami mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran, apalagi di bulan Ramadan ketika pola aktivitas dan jam tidur warga berubah," kata Hardi.
