Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan berbagai upaya guna memulihkan status kepesertaan 120 ribu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang dihapus pemerintah pusat agar status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas tidak dicabut.

Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Rabu, mengatakan pemulihan status ratusan ribu kepesertaan BPJS Kesehatan yang didanai dari pemerintah pusat untuk memastikan hak layanan kesehatan masyarakat tetap terjamin.

 

"Kami melakukan proses input data ke sistem BPJS Kesehatan yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada Jumat, 20 Februari, dimana reaktivasi kepesertaan memprioritaskan masyarakat yang masuk dalam kategori ekonomi Desil 1 hingga 5," katanya.

Hal tersebut dilakukan agar subsidi iuran tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pemerintah guna mendapat layanan kesehatan dengan berkolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Dimana Dinsos Cianjur akan bertanggung jawab dalam melakukan pendataan ulang serta proses reaktivasi kepesertaan PBI dan Disdukcapil bertugas melakukan pembersihan data, dimana warga yang sudah meninggal tidak lagi terdaftar agar bantuan tepat sasaran.

“Jangan sampai warga yang sakit berat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, karena kendala administrasi kepesertaan, komitmen Pemkab Cianjur memberikan pelayanan kesehatan mudah bagi masyarakat melalui UHC Prioritas," katanya.

Pemkab Cianjur berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) terkait penghapusan data 120 ribu Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat guna mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas BPJS Kesehatan.

 

 

Status UHC Prioritas BPJS Kesehatan di Cianjur terancam hilang, karena ratusan ribu penerima dicoret dari kepesertaan BPJS, sehingga berbagai upaya dilakukan.

Tercatat sampai awal tahun 2026, Kabupaten Cianjur sudah berhasil mencapai target penerima UHC Prioritas dengan persentase peserta 98 persen dan keaktifan peserta di angka 81 persen.

Pada tahun 2025, Pemkab Cianjur mengeluarkan anggaran sebesar Rp390 miliar untuk memenuhi target minimal UHC Prioritas dan pada akhir tahun 2025 kembali mengeluarkan anggaran Rp7 miliar agar 120 ribu peserta BPJS Kesehatan PBI kembali aktif.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026