"Saat ini kami baru menerima surat penugasan penghubungan tim bakal calon, tapi belum ada berita acara, tanda terima, surat keputusan bahwa berkas yang mereka masukkan dilanjutkan ke berkas verifikasi administrasi," kata Kasubag Teknis dan Humas KPU Jabar, Cecep Nurjaman di Bandung, Jumat.
Saat menerima pasangan Jajang Suherman dan Mohammad Teguh, Cecep sempat bertanya kepada pasangan tentang berbagai syarat dukungan untuk maju dari jalur perseorangan di Pilgub Jawa Barat 2018.
KPU minta surat penugasan dari LO, kemudian berkas dokumen B1KWK kolektif atau perorangan dan rekap dukungan apakah memenuhi syarat dukungan 2,1 juta dukungan KTP, kata Cecep.
Ia juga meminta kepada pasangan tersebt untuk menunjukkan dokumen lampiran di dalam berkas dukungan yang menyatakan klaim mereka didukungan oleh 2,4 juta dukungan KTP.
"Kami tunggu sampai tanggal 26 November jam 24.00, kalau tidak dapat memenuhi segala persyaratan berarti batal," kata dia.
Sebelumnya Pasangan Jajang Suherman dan Mohammad Teguh Harditya berniat mendaftarkan diri sebagai kandidat bakal calon perseorangan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023, ke Kantor KPU Jawa Barat di Jalan Garut Kota Bandung, Jumat.
Mengenakan kemaja batik dan kacamata hitam, pasangan Jajang dan Teguh tiba di Kantor KPU Jawa Barat sekitar pukul 10.35 WIB dan diterima langsung oleh Kasubag Teknis dan Hukum Hubungan Masyarakat KPU Jawa Barat Cecep Nurjaman.
"Saya datang ke sini mendaftarkan diri sebagai pasangan calon independen atas nama Haji Jajang Suherman dan Haji Mohammad Teguh Harditya," kata Jajang.
Jajang menuturkan alasan dirinya mau mendaftarkan diri sebagai di Pilgub Jawa Barat 2018 dari jalur perseorangan karena ingin memperbaiki kondisi Provinsi Jawa Barat. "Saya dari wiraswasta dan beliau juga wiraswasta mencoba untuk, itikad ibadah saya untuk memperbaiki Jawa Barat," kata dia.
Dia mengaku telah memiliki modal untuk maju di Pilgub Jawa Barat 2018 yakni berupa dukungan 2,4 juta KTP. "Saya punya 2,4 juta KTP dan sekarang sedang direkap," kata dia.
Ia menegaskan alasan dirinya maju di ajang Pilgub Jawa Barat 2018 adalah tidak percaya dengan kontestasi politik yang ada saat ini.
"Saya melihat kontestasi politik yang ada di Jawa Barat atau partai politik yang diberikan oleh parpol tidak jelas, saya sebagai masyarakat independen akan mencurahkan itikad ibadah saya untuk memperbaiki bangsa di Jawa Barat ini," kata dia.
Jajang Suherman mengaku dukungan berupa 2,4 juta KTP dikumpulkannya dalam waktu 1 tahun 7 bulan.
Editor : Ajat Sudrajat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.