Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan patroli ke sejumlah titik rawan bencana serta lokasi rawan terjadi kecelakaan air termasuk di pantai selatan Cianjur, guna mengantisipasi kondisi tidak diinginkan menimpa warga seiring cuaca ekstrem.
Kapolsek Agrabinta AKP Nanda Rihardja saat dihubungi dari Cianjur, Rabu, mengatakan untuk mengantisipasi dan penanganan cepat saat terjadi bencana, pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan serta relawan guna melakukan pengawasan dan pemantauan.
"Kami menggiatkan patroli bersama guna memantau situasi dan kondisi di wilayah selatan Cianjur terutama di sepanjang pesisir pantai, dimana kami meminta masyarakat terutama nelayan tidak melakukan aktivitas sementara karena cuaca ekstrem," katanya.
Bahkan pihaknya melibatkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di masing-masing desa untuk memantau situasi dan kondisi wilayah binaannya, serta segera melapor ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana ketika hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam.
Petugas gabungan diminta segera mengevakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana, serta melakukan koordinasi guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana alam serta kecelakaan laut yang menimpa nelayan atau wisatawan.
"Kami berharap tidak ada bencana yang terjadi sehingga menyebabkan korban jiwa, namun kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap harus ditingkatkan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana," katanya.
Khusus untuk patroli di sepanjang pantai selatan Cianjur, tutur dia, pihaknya berkoordinasi dengan jajaran Polsek terkait, melakukan imbauan dan sosialisasi pada masyarakat termasuk wisatawan untuk tidak mendekati atau berenang di pantai karena gelombang tinggi.
Hal tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan laut yang dapat mengancam keselamatan karena selama satu bulan terakhir gelombang tinggi yang terjadi menyebabkan sejumlah warga dan wisatawan tewas tersapu gelombang.
"Kami minta masyarakat terutama nelayan dan wisatawan menghindari beraktivitas di pinggir pantai apalagi berenang karena cuaca ekstrem masih melanda sehingga dapat memicu terjadi gelombang tinggi," katanya.
