Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut menurunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam upaya proses penyelidikan kasus penemuan mayat pria di kamar kos wilayah Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (29/11) siang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin menyatakan adanya penghuni kos tewas yang saat ini berdasarkan hasil pengecekan sementara tidak ada unsur tindak kekerasan.
"Sudah ke TKP tidak ada tanda kekerasan," katanya.
Ia menuturkan kepolisian mendapatkan laporan adanya seorang pria dalam kondisi meninggal di tempat kos Kampung Maktal, Desa Paminggir, Kecamatan Garut Kota, sekitar pukul 13.00 WIB.
Kepolisian, kata Joko, mengidentifikasi korban bernama Heri Setiadi kelahiran 1973 warga Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, Garut, yang selanjutnya kepolisian masih mencari tahu penyebab kematiannya itu.
"Sedang kami dalami," katanya.
Kepolisian saat ini sudah memasang garis polisi di tempat kos korban yang selanjutnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarganya.
"Keluarga menerima sebagai takdir, keberatan untuk dilakukan outopsi," kata Joko.
Penemuan mayat itu bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap di lingkungan kamar kos, kemudian dilakukan pemeriksaan mencari sumber bau tersebut.
Seorang warga setempat, Adi (39) mengatakan pertama kali melihat kondisi korban sudah membusuk dengan posisi telungkup di sekitar kamar mandi dan ruangan kamar tidur.
Ia mengatakan korban diketahui warga Kecamatan Samarang, Garut yang selama ini sehari-hari bekerja di salon wilayah Garut.
"Kita tahunya kerja di salon," katanya.
