"Salah satu bentuk komitmen kami adalah membeli alat berat sebanyak-banyaknya. Kalau alat, operator, dan BBM cukup, efisiensinya bisa mencapai 70 persen dari total kebutuhan anggaran," ujarnya.

Terkait bangunan liar di sepanjang aliran sungai, Dedi menegaskan penertiban akan berjalan tegas namun terukur.

Patok batas akan dipasang bersama PJT II dan PSDA, dengan pengamanan Marinir serta pendampingan penuh Pemerintah Provinsi Jabar.

"Pengawasan dan pengamanan sudah ada formatnya. Tinggal jalan," ucapnya

Selain itu, Dedi juga menyoroti maraknya alih fungsi tanah negara di daerah aliran sungai yang kerap menghambat penataan. Untuk itu, ia menyatakan akan meminta pendampingan Kejaksaan Agung, khususnya Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

"Minggu ini saya akan ke Kejaksaan Agung. Ini penting, kalau tidak serius, persoalan ini hanya ramai sebentar lalu hilang," tuturnya.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penataan DAS Jabar lewat skema blok dengan fokus Bekasi hingga Bogor

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026