Cirebon (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) menyasar para perajin batik di Cirebon, Jawa Barat, untuk Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya mendukung sektor sandang berbasis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan batik merupakan salah satu industri khas Indonesia, yang sebagian besar digerakkan pelaku usaha kecil sehingga masuk dalam sasaran pembiayaan KUR.
"Sentra batik seperti di Cirebon, Solo, Pekalongan, Yogyakarta, hingga Semarang menjadi fokus kami untuk pembiayaan KUR, karena sektor ini sangat identik dengan UMKM," kata Setiyo di Cirebon, Kamis.
Ia mengatakan perusahaannya mendukung industri yang berkaitan dengan tiga kebutuhan pokok masyarakat yakni papan, pangan dan sandang.
Pihaknya fokus pada perumahan sebagai kebutuhan dasar masyarakat pada sektor papan. Sedangkan di bidang pangan, pembiayaan diberikan untuk usaha kuliner, pertanian, hingga BUMN yang bergerak di bidang pangan.
"Untuk sandang, kami melihat batik menjadi ciri khas Indonesia yang umumnya digeluti pelaku UMKM, bukan industri skala besar," ujarnya.
Menurut dia, sebagian besar perajin batik masih berskala mikro dan kecil sehingga memerlukan dukungan pembiayaan.
Melalui skema KUR, kata dia, pelaku usaha seperti perajin batik bisa naik kelas dari skala mikro menjadi kecil, kemudian pada tahap berikutnya berkembang ke skala komersial.
Terkait penyaluran, Setiyo mengatakan total pembiayaan KUR yang sudah dijalankan oleh BTN mencapai sekitar Rp3 triliun hingga September 2025.
