"Kurang lebih KUR yang telah berjalan sekarang Rp3 triliun. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari mendukung program pemerintah untuk pemberdayaan UMKM," katanya.
Ia memastikan pihaknya tidak hanya menyalurkan kredit, namun turut membekali pelaku UMKM dengan edukasi mengenai cara mengelola keuangan serta membuka akses tambahan penghasilan melalui agen bank.
Ia menegaskan hal ini dilakukan, agar pengusaha kecil seperti perajin batik, memahami manajemen usaha sebelum memperoleh tambahan modal.
“UMKM harus tahu cara mengelola usaha terlebih dahulu. Kami juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi mereka melalui agen bank, baru setelah itu kami tawarkan pembiayaan,” ucap dia.
Baca juga: Disbudpar Cirebon menggunakan teknologi AR untuk promosi batik Ciwaringin
Baca juga: Tiga motif batik khas Cirebon diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BTN sasar perajin batik di Cirebon untuk Program KUR
