Garut (ANTARA) - Bupati Garut, Jawa Barat Abdusy Syakur Amin menyatakan dapur penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa keracunan di kabupaten setempat ditutup sementara.

"Ya, dipending itu kan berarti ditutup sementara," kata Bupati kepada wartawan di Garut, Senin.

Ia mengatakan program MBG tersebut saat ini kewenangan sepenuhnya ada di Badan Gizi Nasional (BGN), dan di daerah merupakan penerima manfaat dari program tersebut.

Adanya insiden itu, kata dia, sementara waktu dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kadungora yang sajiannya dikonsumsi siswa itu tidak beroperasi dulu sambil menunggu hasil uji laboratorium.

"Itu kan ranahnya BGN, jadi semua mulai dari izin pendirian, kemudian juga pengawasan, itu sampai saat ini masih dikontrol oleh BGN," katanya.

Ia menyampaikan Pemkab Garut saat ini sudah melakukan penanganan medis terhadap seluruh siswa yang mengalami gejala keracunan makanan di Kecamatan Kadungora.

Begitu juga tim Dinkes Garut, kata dia, sudah melakukan uji sampel makanan yang disajikan dalam menu MBG tersebut untuk mengetahui penyebab keracunannya, begitu juga belum bisa diduga-duga faktor penyebabnya.

"Saya juga tidak bisa ngeduga-duga," katanya.

Ia menegaskan program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat yang tentunya harus berjalan sesuai harapan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak di sekolah.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026