PGA juga mengingatkan tumpukan material akibat letusan gunung api dapat menyebabkan munculnya aliran air yang sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.

Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan karena sangat rentan dan berbahaya terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Hal yang paling mungkin terjadi yakni banjir lahar dingin seperti peristiwa 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Marapi kembali erupsi dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter



Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026