Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menargetkan Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warga Cianjur dapat terwujud di akhir tahun 2025 sehingga pelayanan kesehatan bisa didapat cukup dengan membawa KTP.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Senin, mengatakan sekitar 126 ribu warga tidak mampu di Cianjur dicabut kepesertaannya oleh kementerian, namun pemerintah daerah mengambil alih untuk membayar iuran mereka.

"Syarat UHC adalah 98 persen partisipasi kepesertaan dan 80 persen keaktifan. Saat ini keaktifan warga Cianjur masih di bawah 80 persen, kepesertaan sudah memenuhi, hanya keaktifannya belum," katanya.

Pihaknya menargetkan sebelum akhir tahun 2025 UHC dapat terwujud di Cianjur, sehingga warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lainnya di luar Cianjur cukup membawa KTP.

Guna terwujudnya UHC di Cianjur, pihaknya meminta kesadaran masyarakat terutama kalangan mampu bersedia membayar iuran BPJS Kesehatan karena masih banyak warga yang sebenarnya mampu tapi tidak membayar iuran.

“Pemerintah daerah hanya membantu warga yang benar-benar tidak mampu atau miskin, sedangkan bagi warga yang mampu dapat membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulan hanya Rp35 ribu, jangan sampai membeli rokok bisa tapi bayar iuran tidak mampu," katanya.

Sementara Dewan Pimpinan Kabupaten Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (DPK-SPRI) Cianjur menuntut Pemkab Cianjur segera merealisasikan program UHC agar masyarakat bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026