Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, belajar ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk mengembangkan industri tembakau, sehingga bisa berdaya saing, dan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha tembakau, termasuk petani.
"Pemilihan Kudus sebagai daerah pembelajaran karena Kudus merupakan salah satu daerah yang telah sukses mengelola dan mengembangkan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) secara terstruktur," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Efendy di Garut, Senin.
Ia menuturkan Kabupaten Garut merupakan daerah yang juga penghasil tembakau, dan daerah Kudus merupakan daerah yang selama ini menjadi KIHT yang mampu berkembang sehingga perlu diadopsi sistem dan regulasinya.
Pemerintah Kabupaten Kudus, kata dia, telah mampu mensinergikan antara petani tembakau dengan pelaku industri yang bisa diterapkan di Garut, apalagi Garut sebagai daerah yang memproduksi tembakau, namun belum dikelola secara maksimal.
"Model yang sangat relevan untuk diadaptasi di Garut, mengingat potensi tembakau di wilayah kami yang cukup besar, namun belum terkelola secara maksimal," katanya.
Ia menyampaikan adanya kunjungan melakukan studi tiru ke Kabupaten Kudus itu langkah selanjutnya Pemkab Garut akan melakukan evaluasi terhadap pemetaan untuk pengembangan KIHT maupun sentra industri hasil tembakau (SIHT).
Selama ini, lanjut dia, daerah Garut oleh Disperindag Provinsi Jawa Barat sudah dilaksanakan pemetaan KIHT pada 2021, dan SIHT tahun 2024, kemudian saat ini Pemkab Garut akan memperkuatnya dari kelembagaan petani, dan pelaku industri kecil menengah rokok lokal.
"Kami juga akan memperkuat kelembagaan petani dan pelaku IKM rokok lokal khususnya produk SKT (sigaret kretek tangan) serta menyiapkan infrastruktur pendukung, dan regulasi daerah untuk mendorong pertumbuhan industri hasil tembakau secara legal, terstruktur dan berdaya saing," katanya.
Ia mengatakan upaya selanjutnya menyiapkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pengolahan industri hasil tembakau berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, dan menggandeng lembaga riset maupun pelaku industri untuk mengembangkan varietas unggul dan kebutuhan pasar.
