Cianjur (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan sosialisasi tentang bahaya narkoba ke berbagai kalangan di Cianjur mulai dari sekolah, kampus, hingga instansi pemerintah, guna menekan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNK Cianjur Muchamat Affan Eko Budi Santoso di Cianjur, Kamis, mengatakan peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di wilayah Cianjur mengalami kenaikan hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peredaran narkotika di Cianjur masih didominasi obat keras dan terlarang, sehingga menjadi fokus kami untuk menekan angka tersebut melalui berbagai cara termasuk menggelar seminar dan diskusi publik melibatkan berbagai kalangan," katanya.

Pihaknya memperkuat kerja sama jaringan intelijen untuk mengungkap peredaran dan sindikat narkotika yang lebih besar berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jabar, institusi hukum, TNI/Polri dan bantuan pengawasan serta pelaporan dari masyarakat.

Letak geografis Cianjur yang merupakan perlintasan antara kota/kabupaten seperti Bogor, Bandung Barat, dan Garut, menjadi wilayah rawan terjadinya peredaran narkoba dan obat terlarang dari berbagai daerah atau menuju daerah lain.

"Untuk antisipasi dan penindakan di jalur masuk dan keluar Cianjur, kami berbagi data intelijen dari kota/kabupaten lain terutama yang berbatasan, sehingga ruang gerak pengedar semakin sempit,” katanya.

Pihaknya menjalin sinergitas dengan BNN Jabar, BNNK kota/kabupaten dan institusi hukum, guna memerangi dan memutus rantai peredaran narkoba dan obat terlarang ke Cianjur, termasuk melibatkan masyarakat dalam mengawasi dan melaporkan setiap kegiatan mencurigakan.

“Kami akan terus bersinergi dan berupaya maksimal memutus rantai peredaran narkotika di Cianjur, kami meminta masyarakat untuk membantu dengan melapor ketika mendapati peredaran narkoba dan obat terlarang di lingkungan tempat tinggal-nya,” kata dia.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026