Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui kampanye pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Selasa, mengatakan gerakan 3M Plus menutup, menguras, dan mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk terus digencarkan ke berbagai wilayah guna menekan kasus DBD yang setiap tahun meningkat.

Seiring perubahan cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Cianjur, berdampak terhadap peningkatan kasus DBD di sejumlah wilayah di mana pada 2025 angkanya mencapai 1.720 kasus dengan 10 kematian, sedangkan sepanjang tahun 2026 dari Januari-Maret sekitar 400 kasus lebih.

Penanganan kasus DBD dilakukan secara terkoordinasi antara rumah sakit dan Dinkes Cianjur, ketika terdapat temuan positif akan dilaporkan ke dinas, kemudian diteruskan ke puskesmas untuk dilakukan tindak lanjut di lapangan.

“Pencegahan dan antisipasi merebaknya kasus DBD di Cianjur, terus dilakukan dengan meningkatkan berbagai upaya mulai dari PHBS sampai dengan kegiatan bersama membersihkan lingkungan tempat tinggal dari sarang nyamuk," katanya.

Penanganan cepat melibatkan puskesmas dengan cara melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah pasien yang terpapar, serta melakukan pemeriksaan kondisi lingkungan ketika ditemukan jentik dan sarang nyamuk segera dilakukan tindakan.

Termasuk melakukan pengasapan atau fooging dan upaya pembersihan sanitasi di lingkungan tempat tinggal agar jumlah pasien tidak terus bertambah, ketika ditemukan sumber penularan di lokasi lain petugas segera melakukan penelusuran.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan seperti menutup tempat penampungan air, mengelola sampah dengan baik serta rutin menguras bak mandi minimal dua kali dalam seminggu.

"Kami juga meminta masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat ketika mengalami gejala demam berkepanjangan, nyeri ulu hati, dan sakit di belakang mata," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026