Cirebon (ANTARA) - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengajak pelaku industri mebel di Cirebon, Jawa Barat, serta daerah sekitarnya untuk memperkuat aktivitas ekspor nasional melalui ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026.
Ketua Dewan Pembina HIMKI Soenoto di Cirebon, Senin, mengatakan kolaborasi seluruh pelaku usaha serta para pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam mendorong transformasi industri mebel nasional, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Atas dasar itu, pihaknya mengadakan kegiatan roadshow IFEX 2026 di Cirebon untuk memperluas partisipasi pelaku dari daerah dalam pameran mebel terbesar di Asia Tenggara itu.
“IFEX telah menjadi etalase penting bagi industri kita,” katanya.
Ia pun mendorong pengusaha pada industri tersebut, termasuk di Cirebon, untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing produk.
Menurut dia, produk mebel Indonesia harus unggul secara fungsional, serta menarik secara desain dan mampu memenuhi selera pasar internasional yang terus berkembang.
Sementara itu Wakil Ketua Umum HIMKI Bidang Desain dan Inovasi Satori menyampaikan ajang IFEX 2026 hadir, di tengah ancaman kebijakan dagang Amerika Serikat terhadap produk kayu Indonesia.
Kebijakan tersebut mengacu pada penyelidikan Pasal 232 yang berpotensi menaikkan tarif impor mebel Indonesia, serta dikhawatirkan akan menggerus lebih dari 53 persen pangsa pasar ekspor nasional.
Pihaknya merespons tantangan ini dengan ekspansi ke pasar non-tradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Timur, hingga Amerika Latin.
