Antarajabar.com - Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Cianjur, Jabar, menilai kuota gas 3 kilogram sebanyak 1.355.305 tabung per bulan untuk warga tidak mampu  tidak akan ditambah dan tidak akan dinaikan melebihi dari harga eceran tertinggi (HET) tahun 2017.
        
"Kami tidak akan menambah kuota gas 3 kilogram karena kuota gas tersebut setiap bulannya sudah mencukupi kebutuhan warga kurang mampu. Bahkan kuota sudah sangat mencukupi dan ditambah dengan fakultatif setiap hari raya," kata Kepala Diskoperindag Cianjur, Himam Haris di Cianjur, Kamis.      
   
Dia menjelaskan awal tahun 2016 sudah ada penambahan 8 persen dari 1.251.227 tabung perbulan menjadi 1.355.305, dan jumlah tersebut sudah mencukupi kebutuhan.
        
Terlebih tambah dia, bupati telah mengeluarkan imbauan pada semua aparat sipil negara dan warga berpenghasilan di atas Rp 1,5 juta agar tidak menggunakan gas bersubsidi.
        
"Kalau ini sudah berjalan akan terjadi pengurangan penggunakan elpiji 3 kilogram. Pengunaan gas bersubsidi tetap akan sama meskipun ada penambahan jumlah penduduk dan pelaku usaha kecil dan menengah," katanya.
        
Pihaknya mengimbau warga dari kalangan mampu agar menggunakan gas 5,5 kilogram atau memakai elpiji 12 kilogram, semata-mata untuk meringankan pembelian tabung, warga cukup menukarkan tabung 3 kilogram ditambah uang Rp100 ribu sudah mendapatkan tabung 5,5 kilogram.
        
"Cukup ditukar ke agen atau pangkalan ditambah uang tunai warga dari kalangan mampu, sudah bisa dapat menggunakan gas 5,5 kilogram karena tabung 3 kilogram hanya untuk kalangan tidak mampu. Termasuk HET untuk 3 kilogram tidak akan dinaikan," katanya.
        
Dia mnambahkan HET saat ini di tingkat agen masih tetap Rp 14 ribu pertabung, kenaikan akan dilakukan terkecuali ada kebijakan di kota/kabupaten lain yang dekat dengan wilayah Cianjur menaikan HET.
        
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penjulan lintas rayon.
        
Kepala Bidang Elpiji DPC Hiswana Migas Cianjur, Dewi Kustiyah, mengatakan tahun 2017, pihaknya berencana mengusulkan penambahan kuota dan kenaikan HET.
       
Hal tersebut dilakukan karena jumlah penduduk dan pelaku usaha kecil dan menengah bertambah, sehingga permintaan gas 3 kilogram dari warga akan meningkat.
        
"Kemungkinan kita akan mengajukan penambahan karena melihat pertambahan penduduk dan pelaku usaha kecil dan menengah yang baru baru banyak bertambah. Namun rencananya kami akan melakukan survey terlebih dahulu," katanya.
    



Pewarta: Ahmad Fikri
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026