Antarajabar.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah memproses pembentukan kerjasama bersaudara dengan empat provinsi di Republik Rakyat Tiongkok atau China.
        
Kepala Biro Otda dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Taufik BS, di Bandung, Senin, mengatakan kerjasama tersebut rencananya akan dijalin dengan Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Provinsi Sichuan, Heilongjiang dan Chongqing Municipal Government di Republik Rakyat Tiongkok di berbagai bidang.
        
Ia mengatakan setelah berhasil dengan revitalisasi dan implementasi kerja sama sister province dengan Negara Bagian Australia Selatan di Australia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Otonomi Daerah dan Kerja Sama kembali menginisiasi kerja sama serupa dengan empat provinsi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
        
"Salah satu kawasan yang dijadikan fokus Jawa Barat sebagai partner kerja sama adalah kawasan Asia Timur dan Pasifik, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 44 Tahun 2015 tentang  Grand Design Kerjasama Daerah yang diterbitkan sebagai bukti keseriusan Jawa Barat untuk menjawab tantangan globalisasi melalui kerja sama dan kemitraan," katanya.
        
Menurutnya kerjasama ini juga sudah sejalan dengan Grand Design Kebijakan Luar Negeri Indonesia (2015-2025) bahwa yang menjadi negara dan kawasan prioritas untuk kebijakan luar negeri Indonesia salah satunya adalah China utamanya dalam hal ekonomi politik dan pengembangan teknologi.
        
"China jjuga merupakan prioritas kawasan dengan mempertimbangkan kekuatan ekonomi negara-negara kawasan," katanya.
        
Republik Rakyat Tiongkok, kata dia, dipandang strategis sebagai mitra kerja sama dikarenakan pertumbuhan ekonominya yang sangat pesat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, selain itu RRT juga berhasil membuktikan kapabilitasnya dalam berbagai bidang.
        
"Utamanya pendidikan, riset dan teknologi serta dapat menjadi market potensial bagi komoditas-komoditas unggulan Jawa Barat," katanya.
        
Taufik mengatakan China juga merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia yang berkontribusi sebesar 63 persen dari total perdagangan internasional RI.
        
Investor asing terbesar ke-9 dari total 1.052 proyek dari investor di kawasan Asia Timur dan Pasifik dengan nilai total lebih dari 600 juta USD dan merupakan penyumbang wisatawan asing terbesar ke-3 setelah Malaysia dan Singapura dengan jumlah total wisatawan lebih dari 1.200.000 orang pada Tahun 2015.
       
"Sebagai contoh, sektor yang prospektif untuk dikerjasamakan dengan Heilongjiang adalah pertanian dan peternakan, di mana Heilongjiang memiliki keunggulan sebagai produsen susu sapi terbesar di RRT dengan kualitas yang sangat baik," kata dia.
        
Selain itu, kata dia, Heilongjiang juga mampu mensuplai kebutuhan susu sapi provinsi lain dengan tingkat kesejahteraan peternak sapi perah yang sangat tinggi.
        
Di bidang pertanian, Heilongjiang merupakan basis penghasil kacang kedelai terbesar di China walaupun hanya memiliki masa panen satu kali dalam setahun, Heilongjiang mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal bahkan memenuhi permintaan dari provinsi lain.
        
Ia menuturkan Jawa Barat yang memiliki masa panen tiga bulan sekali sampai saat ini belum mempu memenuhi kebutuhan lokal, bahkan masih harus mengimport dari provinsi atau negara lain.
       
"Hal ini menjadi sangat strategis untuk dikerjasamakan melalui skema knowledge dan technology transfer dimana akan sangat banyak hal yang dapat dipelajari oleh Jawa Barat dalam bidang pertanian dan peternakan," katanya.
        
Lebih lanjut ia mengatakan saat ini sudah ditandatangani Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan empat wilayah di RRT tersebut dan peningkatan status LoI menjadi penting dengan harapan dapat mendorong "multi track diplomacy."
   
Kemitraan tidak berfokus kepada pemerintah daerah saja, melainkan seluruh elemen masyarakat termasuk masyarakat sipil/individu, komunitas bisnis, civitas akademika dari universitas dan institusi pendidikan tinggi lainnya. katanya.
    



Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026