Antarajabar.com - Bulog Divre Jabar akan mengoptimalkan "Toko Tani Indoneia" (TTI) yang ditempatkan di pasar-pasar tradisional guna mendukung pelaksanaan Operasi Pasar Beras di provinsi itu.

"Saat ini Toko Tani sudah ditempatkan di delapan titik di Bandung Raya, selanjutnya akan di kembagkan di daerah sehingga bisa mendukung optimalisasi operasi pasar beras," kata Kepala Bulog Divre Jabar Alip Affandi pada teleconference dan peluncuran Operasi Pasar Beras oleh Presiden Joko Widodo, Jumat.

Dalam teleconference yang digelar Kantor Pusat Bulog di Jakarta itu melakukan kontak langsung dengan Bilog di empat kota yakni Medan, Semarang, Surabaya dan Bandung. Sedangkan lokasi teleconference Bulog Jabar di Gudang Sub Divre Bulog Bandung di Cimindi Kota Cimahi.

Hadir pada kesempatan itu Tim Pengendali Inflasi Jabar, HKTI, Tim Monitoring Raskin Jabar, Dinas Sosial, Biro perekonomian Provinsi serta sejumlah stakeholder lainnya.

Pada kesempatan itu, Alip menyatakan kesiapan Bulog Jabar untuk mengulirkan operasi pasar dan juga mendistribusikan Raskin tambahan ke-13 dan 14 di wilayah kerjanya.

"Yang pasti stok beras di gudang kita mencukupi, baik untuk Raskin tambahan ke-13 dan 14 maupun untuk operasi pasar. Teknisnya sudah kita siapkan, salah satunya untuk OP melalui toko tani kita," kata Alip.

Toko Tani ditempatkan di bangunan milik Dinas Perdagangan di setiap pasar tradisional, atau melibatkan pedagang beras di pasar itu.

Sedangkan dalam operasi pasar itu, menurut Alip pihaknya menyiapkan ribuan ton untuk beras premium maupun beras medium. Targetnya menurut dia untuk menekan harga beras di pasar dengan kisaran Rp200 hingga Rp300 dibandung harga pasaran per kilogramnya.

Agar pelaksanaan OP beras, termasuk pendistribusian rastra ke-13 dan 14 berlangsung lancar, aman, dan tepat sasaran,  Alip menyatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya.   

Antara lain  berkoordinasi dengan kota-kabupaten, bahkan desa dengan membentuk tim monitoring pendistribuian beras.

"Seperti yang ditegaskan Dirut Bulog, bila terdapat beras yang kurang layak saat rastra ke-13 dan 14 berlangsung, kami siap mengganti. Laporkan kepada kami jika masyarakat menemukannya," tegas Alip.

Sementara itu Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dalam teleconference itu menyatakan  pada pelaksanaan OP hari ini, secara total pihaknya mendistribusikan  1.134 ton. Angka itu 300 ton beras premium dan sisanya  beras medium.

Komposisinyauntuk Jakarta, pasokannya sebanyak 480 ton. Khusus Jakarta, lanjut dia, ditambah oleh tiga ton daging sapi dan delapan ton gula pasir.

Medan mengalokasikan beras sebanyak 10 ton.  Bandung, yaitu Jabar, sebanyak 144 ton. Berikutnya, tambah dia, sebanyak 130 ton untuk memenuhi kebutuhan Semarang (Jateng), dan 170 ton lainnya peruntukannya bagi pemenuhan kebutuhan Surabaya (Jatim).

Selain itu juga disiapkan 644 ribu ton beras bagi pelaksanaan program beras masyarakat sejahtera (rastra) ke-13 dan 14.

"Ini semua untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras," katanya.

Dirut Bulog mendorong seluruh divisi regional (divre) untuk terus melakukan penyerapan. Saat ini stok nasional beras dalam kondisi aman.
 


: Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026