Tersebutlah dokter Soetomo yang hidup pada rentang tahun 1888 hingga 1938. Ajaibnya, pada masa itu, ketika kemerdekaan belum kita peroleh, tokoh pergerakan kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, itu sudah sibuk membangun pondasi sosial ekonomi, selain kampanye mengobarkan kesadaran dalam berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, pembangunan ekonomi untuk menyejahterakan rakyat tidak bisa menunggu nanti-nanti sampai kemerdekaan dapat direbut. Kesejahteraan, termasuk akses pendidikan dan layanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak untuk diperjuangkan pemenuhannya, meski dalam situasi terjajah.
Pendiri pergerakan Budi Utomo itu mencita-citakan terwujudnya Indonesia mulia, yaitu bangsa yang bermartabat, berpendidikan, sehat dan sejahtera. Sebuah angan-angan yang melampaui zaman, karena, kala itu, untuk bisa merdeka saja masih mimpi.
Jadi pahlawan
Jangan bersedih karena anda bukan orang sehebat Soetomo, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo dan bung-bung yang lain atau RA Kartini, Cut Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu, Laksamana Malahayati, serta sederet pemberani lainnya.
Kesempatan menjadi pahlawan bukan hanya terbuka selama masa penjajahan fisik, seperti zaman pendudukan Belanda dan Jepang. Di setiap zaman melahirkan tantangan besar yang mengundang para anak bangsa untuk menghadapi dan menaklukkannya.
Peperangan tidak otomatis hilang, usai duo Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan. Terkini, perang apa saja yang tengah kita hadapi? Perang terberat saat ini adalah melawan korupsi dan judi, dua penyakit yang sama-sama akut, hingga merusak sendi-sendi kehidupan. Selainnya, ada tantangan tersendiri dalam melindungi seni budaya dan beragam barang produksi dalam negeri. Menangi beragam peperangan itu sesuai kapasitas dan kompetensi yang kita miliki. Dari situ kita berpeluang menjadi pahlawan.
Untuk menjadi pahlawan memang harus mampu melakukan hal hebat yang luar biasa, tetapi tidak perlu mengkhayal sesuatu yang di luar jangkauan. Semisal, bila kita warga masyarakat biasa tidak harus bisa menangkap koruptor atau bandar judi kelas kakap, biarlah itu menjadi tugas aparat penegak hukum.
Menjadi pahlawan, secara sederhana mungkin dapat digambarkan seperti ini. Apa yang menjadi tugas, pekerjaan atau hobi kita, lakukan sehebat mungkin melampaui apa yang orang-orang pada umumnya mampu lakukan. Kata "melampaui" perlu digarisbawahi, karena jika kemampuan kita hanya seperti rata-rata orang lain, berarti kita biasa saja dan tidak ada yang istimewa.
Spektrum - Mencintai Indonesia dengan segala cara
Sabtu, 17 Agustus 2024 12:11 WIB

Semua dari kita bisa berkontribusi untuk bersama mewujudkan Indonesia mulia, lebih dari sekadar merdeka. ANTARA/Sizuka