Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Aji Sukarmaji menambahkan, pemerintah daerah sudah siap memberikan fasilitas bantuan rehabilitasi sosial, termasuk memberikan jaminan untuk masuk dalam peserta BPJS.
Baca juga: Puluhan pemuda masjid di Garut dilatih kewirausahaan dan digitalisasi UMKM
"Dari pemda BPJS, kita fasilitasi pemerintah daerah, begitu juga ada program untuk rehabilitasi sosial," kata Aji.
Entis Sutisna seorang remaja asal Garut dikisahkan mengalami putus sekolah karena harus mengurus ibunya Siti Salamah (49) yang mengalami gangguan kejiwaan. Kisahnya itu direkam menggunakan video telepon seluler kemudian disebar di media sosial.
Entis menceritakan setiap harinya berupaya untuk memenuhi kebutuhan hidup ibunya seperti menyuapi makan, sedangkan ayahnya sudah dua tahun lalu meninggal dunia, kemudian kakaknya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Entis mengatakan karena kakaknya bekerja, dan ibunya tidak ada yang menunggu dan merawat maka terpaksa harus putus sekolah agar bisa menjaga ibunya setiap waktu.
"Ya, berhenti sekolah untuk bisa rawat ibu," kata Entis.
Mahdar, kakak Entis mengisahkan, ibunya seringkali kambuh seperti pergi tanpa tujuan, kemudian dicari, lalu kembali dibawa pulang.
"Kalau sedang kambuh suka pergi jauh, sampai ke daerah Tarogong atau Samarang (tetangga kecamatan). Saya yang cari, saya yang jemput," kata Mahdar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos bantu seorang remaja karena berbakti merawat ibunya yang ODGJ