Nurhayati, salah seorang perajin bandeng presto di Cirebon, kepada wartawan, Jumat, mengatakan, bandeng presto olahannya sangat diminati oleh konsumen Jakarta, setiap hari sekitar 300 bandeng presto terkirim.
Ia menyebutkan, bandeng presto olahan Losari Kabupaten Cirebon memiliki keunggulan seperti, bahan ikan bandeng segar hasil tambak Cirebon tidak bau tanah, selain itu olahan tradisional dengan menggunakan bumbu rempah alam dipertahankan oleh perajin.
Sementara itu Jarkasih perajin bandeng presto lain mengaku, selain diminati oleh konsumen Jakarta, sejumlah pasar tradisional di Bandung mampu menyerap hasil olahan bandeng presto tersebut.
Ia menambahkan, bandeng presto olahan Losari Cirebon diminati konsumen Bandung, karena rasa gurih alami karena menggunakan bumbu rempah, selain itu harganya cukup terjangkau oleh semua kalangan.
"Harga bandeng presto olahan masyarakat Losari Kabupaten Cirebon bervariasi tergantung ukuran bandeng tersebut, mulai dari Rp2000 per bandeng presto hingga ukuran jumbo Rp15 ribu per ikan bandeng,"katanya.
Dikatakannya, permintaan bandeng presto asal Cirebon terus meningkat, sebelumnya sempat sulit memasarkan produk tersebut karena belum dikenal oleh pelanggan, kini selain Bandung, Sumedang dan Jakarta, perajin mulai rambah Bogor dan Bekasi.
Sementara itu Muhamad Saeropik Sekertaris Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, menuturkan, produksi bandeng presto olahan Losari Cirebon sangat diminati oleh konsumen Jakarta dan Bandung, kini panen melimpah perajin mampu memenuhi pesanan, tapi kendalanya saat kemarau mereka kesulitan bahan baku.
Ikan bandeng bahan dasar olahan presto sering terhambat akibat perubahan cuaca, awal musim kemarau sejumlah petambak bandeng mulai mengeringkan lahan tambak mereka, sehingga perajin kesulitan bahan baku presto tersebut.
Ia menambahkan, selama musim kemarau berkepanjang produksi ikan bandeng di Desa Tawangsari menurun karena hanya sebagian petambak yang berani budidaya ikan bandeng, musim panas biasanya dimanfaatkan mereka mengosongkan lahan.
Suyatno salah seorang petambak di Desa Tawangsari mengaku, menurunnya produksi ikan bandeng di Kecamatan Losari kendalanya lahan tambak terus berkurang akibat abrasi selain itu pertumbuhan ikan bandengn musim kemarau lambat meski mereka sudah memberikan pakan secara maksimal.
Ia menjelaskan, kurang dari 20 tahun menjadi petambak bandeng sejak awal tahun 2000 pertumbuhan ikan bandeng di pesisir Pantura mulai terganggu di perkirakan pencemaran air lau, sebelumnya ikan bandeng dalam tambak tidak diberikan pakan hasil panen memuaskan.***3***
Enjang S
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026