ANTARAJAWABARAT.com,9/4 - Potensi cukup besar di wilayah Pangandaran memicu masyarakat Ciamis bagian selatan untuk memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis, kemudian membentuk otonomi daerah baru Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
"Banyak potensi di Ciamis selatan yaitu pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, bahkan pertambangan, tapi yang utama pariwisatanya," kata Sekjen Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Andi Sose, saat dihubungi melalui telepon, Senin.
Ia menerangkan berdasarkan hasil musyawarah dengan para tokoh masyarakat, bahwa Ciamis selatan banyak potensi ekonomi, alam terutama pariwisata yang mampu menjual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu contoh, kata Andi, wilayah Pangandaran telah mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis sebesar 70 hingga 80 persen atau berkisar Rp3 miliar setiap tahunnya dari satu sektor yakni Pariwisata.
Sedangkan potensi sektor pertanian salah satunya dari perkebunan kelapa, kata Andi telah mampu menyerap uang dari hasil penjualan gula kelapa sebesar Rp1,2 miliar per bulan.
"Bayangkan dari gula saja bisa mencapai Rp1,2 miliar per bulannya, ini potensi yang sangat dibanggakan selain dari sektor pariwisata," jelas Andi.
Bahkan keberadaan pelabuhan bertaraf internasional yang masih dalam proses pembangunan, kata Andi, akan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan nelayan.
Selain itu di wilayah Pangandaran, kata Andi sudah memiliki bandara untuk transportasi jalur udara dari Pangandaran menuju Jakarta dan Bandung maupun sebaliknya.
Apabila wilayah Ciamis selatan terus menjadi bagian dari Kabupaten Ciamis, Andi khawatir upaya mensejahterakan masyarakat dari berbagai potensi yang dimiliki berjalan lama.
Ia berharap setelah dibentuknya Kabupaten Pangandaran dapat mewujudkan otonomi daerah yang membawa rakyat Ciamis selatan menjadi lebih baik.
Faktor lain yang menginginkan membentuk Kabupaten Pangandaran, kata Andi, karena Pemerintah Kabupaten Ciamis kurang memperhatikan pembangunan di wilayah Ciamis selatan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Ciamis bukan berarti mengabaikan pembangunan Ciamis selatan melainkan karena keterbatasan anggaran yang tersedia.
Sementara wilayah Kabupaten Ciamis yang cukup luas terdapat 36 kecamatan, menurut Andi tentu akan menyulitkan Pemerintah Kabupaten Ciamis membagikan anggaran untuk pembangunan.
"Kalau terbentuk Kabupaten Pangandaran saya kira pembangunan akan seirama, tapi kalau Pangandaran tidak mekar, siapapun Bupatinya pembangunan tidak akan merata," tegas Andi.
Sementara itu rencana pembentukan Kabupaten Pangandaran sudah dilakukan melalui pertemuan sejumlah tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Ciamis selatan tahun 2007.
Dalam proses pertemuan itu menyepakati 10 Kecamatan yakni Padaherang, Mangunjaya, Kalipucang, Pangandaran, Parigi, Cijulang, Sidamulih, Cimerak, Cigugur, dan Rangkaplancar dengan jumlah penduduk sebanyak 450 ribu jiwa sepakat mewujudkan Kabupaten Pangandaran.***1***
Feri P
