Penerimaan MURI diserahkan pada Wali Kota Bandung Dada Rosada, di Bandung, Kamis.
Wali Kota berharap rekor tersebut dapat memotivasi para pelajar untuk terus meningkatkan pemahaman dan kemampuan bela negara, agar dapat berkontribusi terhadap tegaknya harkat dan martabat bangsa.
"Saya harap rekor muri tersebut bukan sekedar untuk mencatatkan diri sebagai sesuatu yang luar biasa, tetapi yang lebih penting lagi adalah pemacu semangat untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri demi meraih masa depan yang lebih baik lagi," ujar dia.
Dada juga mengatakan konsep bela negara tidak semata-mata terkait dengan kemampuan mengangkat senjata untuk mengusir agresor tetapi juga terkait sikap mental yang tangguh dan mandiri, yang secara keseluruhan berorientasi kepada penguatan ketahanan nasional.
Menurutnya, persoalan bela negara terasa kian penting karena salah satu persoalan yang dihadapi bangsa ini adalah miskin mental dan rentan oleh pengaruh negatif dari luar.
"Kemampuan bela negara tentu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus melalui sebuah proses, mulai dari pengenalan dan pemahaman hingga kesiapan menghadapi situasi darurat," katanya.
Dengan demikian, menurutnya, kemampuan bela negara menyangkut pula kesiapan fisik dan mental spiritual yang dibentuk melalui proses sosialisasi, yang dicirikan oleh sifat-sifat cerdas secara intelektual dan secara spiritual, sehat fisik, sehat mental, ramah lingkungan, makmur sosial, makmur ekonomi, mampu melestarikan dan mengembangkan seni budaya, berprestasi di bidang olahraga, serta menjadikan nilai-nilai ajaran agama sebagai jiwa dari berbagai aktivitas.
Selain itu, ia berharap, peningkatan kemampuan bela negara para pelajar bisa berjalan pararel dengan program kebijakan Pemerintah karena pada hakekatnya untuk menguatkan pondasi budaya yang peka dan peduli terhadap keutuhan NKRI.
Menurutnya, tidak setiap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan berbentuk infiltrasi atau intervensi dalam bentuk fisik tetapi seringkali dalam bentuk serangan pada mental spiritual.
"Apalagi dalam suasana damai seperti saat ini, kemungkinan terjadinya agresi relatif kecil, sehingga yang mungkin terjadi adalah infiltrasi pengrusakan mental dengan berbagai cara," katanya.
***6***
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026