ANTARAJAWABARAT.COM, 2/11 - Tujuh imigran yang meninggal dunia setelah kapal kayu yang ditumpanginya tenggelam di perairan laut Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa pagi, merupakan warga negara Iran.
Korban meninggal dunia yakni Farah Darfa (44), Farang Farizadeh (52), Bahareh (31), Fahelah Sadah Kelantari (29), Mahdiyah Alimadod (12), Vary Kandan Poor (2) dan Sagondol Razizadah (2), yang semuanya perempuan.
Korban sementara disimpan di Puskesmas Pangandaran sambil menunggu proses pencarian imigran lainnya yang diduga masih tenggelam di perairan laut Pangandaran.
Selain menelan korban jiwa, 23 orang imigran selamat dari peristiwa tenggelamnya kapal, dan hanya mengalami luka ringan, kemudian lima orang lainnya masih dirawat di Puskesmas Pangandaran, dan dua orang terpaksa dirujuk ke RSUD Ciamis.
"Ada dua orang yang harus dirujuk, sebagian ada yang dirawat di Puskesmas. Petugas gabungan masih melakukan pencarian, dikhawatirkan masih ada korban lainnya," kata petugas Balawista Pantai Pangandaran, Asep Udel.
Para imigran yang menumpang kapal kayu tersebut selain dari warga negara Iran, juga ada dari negara Pakistan dan Afganistan yang hendak menuju perairan Cilacap, Jawa Tengah, selanjutnya menuju Australia.
Imigran dari tiga negara yang belum diketahui jumlah keseluruhan penumpangnya itu, kata Asep diketahui berangkat dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketika melintasi kawasan perairan Pangandaran, kapal dengan tiga orang ABK warga asal NTT tersebut tiba-tiba tenggelam dan menenggelamkan seluruh penumpangnya.
"Tiga orang ABK selamat dari peristiwa tenggelamnya kapal, dan sekarang sudah diamankan polisi," kata Asep.
Bangkai kapal kayu yang ditumpangi imigran itu berhasil dievakusai oleh petugas gabungan ke kawasan Pantai Pangandaran untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Sementara itu Kepala Polsek Pangandaran, AKP Sugiarto mengatakan puhaknya masih melakukan penyelidikan penyebab tenggelamnya kapal, termasuk memeriksa dokumen para imigran tersebut.
Berdasarkan pengakuan para imigran yang selamat, kata Sugiarto, dokumennya hilang tenggelam di lautan bersama kapal yang ditumpanginya, sehingga belum dipastikan imgran gelap atau resmi.
"Sementara dokumen-dokumen dari alasan mereka masuk ke laut, karena kapalnya tenggelam, makanya sekarang kapalnya sudah ditarik ke pinggir, selanjutnya akan kita periksa," katanya.
-feri-
