ANTARAJAWABARAT.com,15/9- Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu daerah yang paling banyak mendapatkan bantuan dana untuk rehabilitasi akibat musibah gempa bumi tahun 2009, padahal di Jawa Barat masih banyak daerah lain yang terkena gempa.
Akses wilayah yang lebih dekat dengan Jakarta menjadi salah satu alasan utama pemberi dana bantuan tersebut memilih Pangalengan, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, ketika memberikan sambutan dalam meresmikan Kompleks Terpadu BPMIGAS di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis.
"Bantuan yang diberikan oleh perusahaan yang bergerak di minyak bumi dan gas seperti BPMIGAS setidaknya telah menyerahkan bantuan sebesar Rp 4,8 miliar untuk sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Ciamis serta Kabupaten Bandung. Dari jumlah sebesar itu, untuk Pangalengan sebesar Rp 3,4 miliar," ujarnya.
Banyaknya bantuan yang mengalir ke Pangalengan, sambung Heryawan, sempat mendapatkan sejumlah pertanyaan dari kepala daerah lain. Namun demikian, dirinya hanya bisa menjelaskan bahwa pemberian bantuan merupakan kewenangan yang sang pendonor mau diberikan kemana dana tersebut.
"Termasuk dana sumbangan dari bantuan pemirsa TV lebih memilih Pangalengan. Saya ucapkan terima kasih kepada para perusahaan tersebut. Termasuk apabila tahun BPMIGAS dengan perusahaan lainnya kembali ingin memberikan bantuan untuk daerah di Jawa Barat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BPMIGAS (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas), Hardiono mengatakan alasannya untuk berpartisipasi pembiayaan rehabilitasi dan pembangunan sarana publik yang rusak sebagai bagian dari kepedulian dan komitmen untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana gempa bumi sebesar 7,3 skala Richter yang terjadi pada September 2009 lalu.
"Kami sangat bahagia, meskipun nilainya tidak besar, tetapi karena pekerjaan ini dilakukan dengan semangat kebersamaan melalui swakelola oleh masyarakat dalam wadah komite pembangunan, maka sumbangan dari kami dapat dilihat manfaatnya jauh lebih besar," ujarnya.
Proyek-proyek yang termasuk dalam program bantuan ini adalah rehabilitasi pembangunan gedung SD Malabar Kecamatan Pangalengan senilai Rp 561 juta, Pesantren Riyadlushorpiyyah Tasikmalaya senilai Rp 340 juta, rehabilitasi gedung SMPN 2 Pangandaran, Ciamis senilai Rp 152 juta, rehabilitasi Gedung SMPN 2 Langkaplancar, Ciamis senilai Rp 105 juta.
Program bantuan tersebut juga membangun sebuah kompleks terpadu yang terdiri dari kantor dan gedung serbaguna Desa Warnasari, Puskesmas Pangalengan dan SDN Palayangan senilai Rp 3,42 miliar. Diluar rehabilitasi dan pembangunan fisik tersebut, BPMIGAS dan kontraktor KKS (Kontraktor Kerja Sama) juga memberikan bantuan berbentuk sejumlah perangkat komputer dan meubeler dan satu unit ambulans.***5***
Hedi A
