Bandung, 18/5 (ANTARA) - Wali Kota Bandung menanggapi serius peringatan akan terjadinya gempa 8 Skala Richter (SR) di Jawa dan Sumatra dengan melakukan rapat bersama institusi terkait.

"Kami akan gelar rapat dengan institusi dan lembaga yang terkait untuk penanganan kebencanaan, bukan menanyakan benar atau tidaknya namun langkah-langkah yang bisa mereka lakukan apa," kata Wali Kota Bandung H Dada Rosada seusai mengikuti Lomba Menembak HUT Kodam III/Siliwangi ke-65 di Lapangan Bengrah Kodam Siliwangi di Bandung, Rabu.

Menurut Dada, meski pernyataan terkait peringatan gempa besar akan melanda Jakarta dan Sumatra, termasuk Bandung itu menuai pro dan kontra, namun ia mengambil positifnya yakni untuk antisipasi.

"Bandung memang kawasan rawan gempa, dekat dengan patahan Lembang di sana. Namun besar kecilnya gempa kan tidak ada yang tahu, ambil positifnya saja agar pemerintah dan masyarakat lebih waspada," kata Dada Rosada.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana, Andi Arief mengeluarkan pernyataan adanya ancaman gempa bumi berkekuatan 8 SR di Jakarta yang bersumber dari patahan di Selat Sunda.

Menurut Dada, bencana yang rawan terjadi di Kota Bandung itu tidak hanya gempa bumi saja namun juga bisa banjir, longsor, puting beliung dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Dada Rosada menyebutkan, benar tidaknya peringatan itu, ia meminta masyarakat tetap waspada dan mengenali bencana yang kerap melanda daerah masing-masing.

"Siapapun harus waspada namun jangan panik. Kita ambil positifnya saja. Kami juga terus berkoordinasi dengan lembaga terkait," kata Dada Rosada.

Sementara itu Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr Surono menyebutkan, terkait gempa bumi belum ada satu perangkatpun yang bisa memprediksi waktu terjadinya gempa dan besaran energinya.

Terkait prediksi gempa 8 SR yang disebut-sebut mengancam Sumatra termasuk Jakarta dan Bandung, menurut Surono, perlu diperkuat lagi dengan bukti-bukti dan dasar yang kuat.

"Saya kira perlu ada pengkajian lagi lebih jauh terkait potensi gempa sebesar itu. Terkait adanya patahan aktif di Sesar Lembang dan di Selat Sunda saya sependapat, namun bila dirilis besaran gempa mencapai 8 SR pelu dikaji dan dilengkapi bukti lain dari penelitian," kata Surono.

Ia mengakui, kawasan Sumatra dan Jawa berada di sabuk lempeng bumi yang terdiri dari sejumlah patahan-patahan yang aktif dan kerap terjadi gempa.

Gempa senantiasa akan ada di wilayah Indonesia khususnya Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara hingga Maluku. Namun besaranya tidak bisa diprediksikan seperti itu.

"Kesadaran masyarakat dan kemampuan mitigasi bencana dari masyarakat sangat diperlukan, namun jangan terpancing isu-isu yang bisa membuat kepanikan," kata Soerono menambahkan.***4***

Syarif A


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026