Bekasi, 12/10 (ANTARA) - Kementerian Kehutanan menyerahkan 100 ribu pohon kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk ditanam sebagai pagar hidup di tempat pengelolaan sampah terpadu Bantar Gebang dan mendukung gerakan penghijauan di daerah itu.
Penyerahan pohon itu dilakukan secara simbolis oleh Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Kementrian Kehutanan, Indri Astuti di Bantar Gebang Bekasi, Sabtu, disaksikan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad.
"TPST Bantar Gebang dipilih dengan pertimbangan bukit sampah mulai ditanami aneka pohon dan ke depan akan dijadikan bukit hijau, hingga berperan dalam menekan pemanasan global," ujarnya.
Pohon diserahkan kepada perwakilan dari SMA 8, SMK Tirta Emas Indonesia, Karang Taruna, Pramuka, KNPI, Satgas Bekasi Cinta Lingkungan, Gerakan Bekasi Bersih dan Gemar Adipura yang diikuti dengan penanaman langsung di areal pembuangan sampah Bantar Gebang.
Indri yang datang bersama lima pejabat eselon I Kementrian Kehutanan mewakili Menhut Zulkifli Hasan, menyatakan, pemerintah menargetkan penanaman satu miliar pohon hingga 2013 dan penyerahan tersebut merupakan bagian dalam menghijaukan kembali Indonesia sebagaimana dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia menyatakan, kawasan Bantar Gebang dengan konsep pengelolaan sampah terpadu harus berperan dalam melakukan penghijauan hingga bisa menjadi contoh bagi tempat pengelolaan sampah lain.
"Kalau pohon ini sudah tertanam seluruhnya dan dirawat dengan baik, kawasan Bantar Gebang akan jadi sejuk, teduh dan makin bersih," ujarnya.
Wali KOta Mochtar Mohamad menyatakan bantuan pohon tersebut akan mendorong Pemkot Bekasi lebih peduli lingkungan dan selama beberapa tahun terakhir kepedulian itu telah diterapkan dengan menanam banyak pohon.
"Untuk 2010 kami menargetkan menanam 1,5 juta pohon dengan melibatkan masyarakat, siswa sekolah, instansi pemerintah, perusahaan swasta, BUMN dan pihak lain," katanya.
Penanaman pohon sebagai pembatas di kawasan Bantar Gebang tersebut, menurut Mochtar, penting dalam menjadikan daerah itu sebagai tempat pembuangan sampah yang hijau dan pada gilirannya akan mendorong orang datang ke tempat tersebut.
"Bekasi akan selalu terdepan dalam pengelolaan sampah serta menjadikan kota itu sebagai kawasan hijau dengan menggiatkan penanaman di berbagai lokasi," ujar Mochtar yang sukses mengubah Kota Bekasi dari kota metropolitan terkotor menjadi peraih piala Adipura pada 2010.
Pada kegiatan tersebut, PT Trakindo menyerahkan miniatur mesin besar kepada perwakilan Kementrian Kehutanan, PT Godang Tua Jaya dan Kepala BPLHD Jawa Barat sebagai wujud kepedulian dalam pelestarian lingkungan.
Maswandi
