Penyerahan penghargaan atau anugerah budaya itu dilakukan oleh Ketua Bammus Sunda H Adang Darajatun di Gedung Miss Tjitjih Jakarta, Jumat malam.
Ny Tien Rostini Asikin menerima langsung anugerah itu sedangkan Ebet Kadarusman diwakili istrinya. Keduanya merupakan tokoh kebudayaan Sunda yang konsisten dan serius dalam memelihara kesenian Sunda.
Acara penganugerahan itu juga dihadiri oleh beberapa tokoh Sunda seperti Martoyo Wiranatakusumah, Tubagus Hasanudin, Agum Gumelar dan Ny Linda Agum Gumelar yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan, Mauriza Danubrata serta sejumlah tokoh lainnya termasuk mahasiswa Sunda yang tinggal di Jakarta.
Ketua Bammus Sunda, Adang Darajatun dalam rilisnya menyebutkan penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap prestasi, dedikasi dan pengabdian para senimal dan budayawan dalam melestarikan budaya Sunda.
"Kami berharap penganugerahan ini memberikan motivasi bagi siapapun masyarakat Sunda untuk lebih peduli terhadap pengembangan dan pelestarian budaya Sunda," kata Adang Darajatun yang juga mantan Wakapolri itu.
Ia menyebutkan, Bammus Sunda tidak ada afiliasi dengan ranah politik. Bammus merupakan organisasi yang sifatnya jaringan kerjasama dan sekretariat bersama organisasi kebudayaan Sunda yang ada di Jabar, DKI Jakarta dan Banten.
"Budaya Sunda hanya akan berkembang dan lestari kalau dijaga oleh masyarakat Sunda sendiri," kata Adang Darajatun menambahkan.
Adang menyebutkan, kegiatan penganugerahan terhadap insan yang berjasa terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Sunda itu akan rutin digelar setiap tahun.
Dalam acara tersebut juga dimeriahkan dengan pentas seni Sunda seperti tembang dan tarian tradisional Sunda dari Damas.***5***
Syarif Abdullah
(T.S033/C/J006/C/J006) 19-12-2009 12:08:32
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026