Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyebut pelaksanaan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran 2026, mampu mengangkat pamor daerah serta memperkuat citra Kota Cirebon sebagai kota budaya di Jawa Barat.
Edo saat memberikan keterangan di Cirebon, Senin, mengatakan kegiatan budaya berskala besar tersebut memberikan dampak positif bagi Kota Cirebon karena berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
“Tentunya kami sebagai masyarakat Kota Cirebon berterima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, yang telah berkunjung dan membuat acara di Kota Cirebon dengan meriah,” katanya.
Ia menyebutkan, ribuan warga memadati sepanjang jalan protokol untuk menyaksikan rangkaian kirab budaya tersebut, yang digelar di pusat Kota Cirebon pada Minggu (10/5) malam.
Edo menuturkan, kirab budaya tersebut melintasi sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Pasuketan, Pekiringan, Petratean, Pulasaren hingga berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan.
Dalam kirab itu, kata dia, beragam kesenian dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat turut memeriahkan kegiatan tersebut.
“Momentum kirab budaya itu telah memperkuat sinergisitas antara Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Ia menyebut sejumlah program infrastruktur di Kota Cirebon mulai mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi, terutama untuk perbaikan ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Jalan Cipto tahun ini diperbaiki, Jalan Kartini juga dibantu oleh Gubernur Jawa Barat, dan Jalan Wahidin pun diperbaiki tahun ini,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, bantuan pemerintah provinsi juga telah dirasakan masyarakat melalui perbaikan Jalan Petratean yang sebelumnya berlubang serta penambahan penerangan jalan umum di sejumlah titik.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengemukakan Cirebon menjadi wilayah yang mampu memadukan nilai agama, budaya, dan sejarah secara harmonis.
Ia mengatakan, kehidupan masyarakat di Cirebon mencerminkan keterbukaan budaya, yang diwariskan para wali dan keraton sejak masa lampau.
“Cirebon sesungguhnya adalah mini pluralisme Indonesia. Kalau dalam bahasanya para pakar, Cirebon mengajarkan tentang Islam inklusif,” katanya.
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2026