Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Jawa Barat menggandeng Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) untuk berkolaborasi dalam mengadakan berbagai kegiatan yang dapat memperkuat program inklusif di daerah tersebut.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Cirebon Agus Susanto mengatakan salah satu bentuk kolaborasi dengan FKDC yaitu penyelenggaraan pelatihan dasar bahasa isyarat.
“Pelatihan ini berlangsung pada Kamis (18/9), diikuti perwakilan perangkat daerah, tenaga pendamping, komunitas difabel, dan perwakilan perusahaan,” katanya saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat.
Ia menuturkan kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Yayasan Pancaran Kasih Grage, serta kelompok Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Cirebon.
Agus mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah bersama FKDC, dalam memperkuat layanan publik yang ramah difabel.
Menurut dia, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pelayanan publik sangat penting agar dapat mengakomodasi kebutuhan difabel, khususnya teman tuli.
"Kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan pelayanan publik yang ramah dan setara bagi difabel," katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap FKDC yang sepanjang 2025 aktif melaksanakan berbagai kegiatan dengan pendekatan inklusi, termasuk membuka kesempatan kerja yang lebih adil bagi difabel.
Selain itu, dia menyebut pemerintah daerah saat ini tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) mengenai peran difabel dalam pembangunan daerah.
"Pelatihan bahasa isyarat ini menjadi langkah awal agar teman tuli dapat berkomunikasi lebih baik sekaligus berpartisipasi aktif dalam pembangunan," ujarnya.
Sementara itu Oni Jahoni, perwakilan FKDC, menekankan pentingnya penguasaan bahasa isyarat dalam interaksi sehari-hari di berbagai ruang pelayanan maupun pekerjaan.
Ia menuturkan kesadaran masyarakat harus dibentuk untuk bersama-sama menciptakan lingkungan ramah difabel, serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap penguatan program inklusif dapat berjalan berkelanjutan sekaligus membuka akses lebih luas bagi difabel untuk berkarya,” ucap dia.
Editor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025