Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan program edukasi kepada calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal daerah tersebut agar berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi guna memastikan perlindungan hukum dan administrasi.

“Edukasi ini sering kami sampaikan, misalkan dalam peringatan Hari Migran Internasional 2025, yang diikuti ratusan CPMI,” kata Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Selasa.

Ia mengatakan PMI memiliki peran strategis, sebagai penyumbang devisa negara sekaligus penggerak ekonomi daerah sehingga pemerintah wajib memberikan pendampingan agar mereka berangkat sesuai prosedur.

Agus menuturkan hingga pertengahan Desember 2025, tercatat sebanyak 8.803 PMI asal Kabupaten Cirebon bekerja di luar negeri.

Ia mengemukakan negara tujuan PMI asal Kabupaten Cirebon meliputi Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Menurut dia, dengan asumsi setiap PMI mengirimkan sekitar Rp5 juta per bulan, maka perputaran uang di daerah diperkirakan mencapai Rp400 hingga Rp500 miliar per tahun.

“Nilai tersebut memberikan dampak nyata bagi ekonomi daerah,” ujarnya.

Meski demikian, Agus menilai masih diperlukan penguatan literasi keuangan bagi PMI asal Kabupaten Cirebon maupun pihak keluarganya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pendapatan secara produktif, supaya hasil kerja di luar negeri dapat meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026