Antarajabar.com - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Bandung mengatakan banjir yang melanda kawasan Pasteur pada Kamis (9/3) malam disebabkan tingginya intensitas hujan di wilayah Bandung Utara.
       
"Banjir di Pasteur rata-rata (hujan) di daerah barat tapi arah utaranya. Turun melalui aliran anak sungai Citepus," kata Kadis PU Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen di Bandung, Jumat.
       
Zulkarnaen mengatakan Pemkot Bandung terus berupaya mengatasi banjir di kawasan Pasteur dengan memperbaiki gorong-gorong dan menyiagakan pompa air.
       
Di sisi lain, sebagian tugas Pemkot telah dilimpahkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meninggikan gorong-gorong di depan Hotel Topas.
       
"Seperti kita lihat gorong-gorong yang ada di depan (Hotel Topas) itu dari sisi ukurannya tidak terlalu besar. Kalau lihat dimensi sungai yang ada di sungai Babakan Jeruk itu begitu masuk ke dalam crossing (saluran) itu mengecil," kata dia.
       
Menurut Zulkarnaen, tak ada cara lain dalam upaya antisipasi terjadinya bencana banjir Pasteur, yakni menunggu pekerjaan Kementrian PUPR yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.
       
"Kini tinggal menunggu satu lagi pekerjaan yang akan dikerjakan oleh Kementrian PUPR, yaitu peninggian gorong-gorong yang di depan Hotel Topas. Kita sudah mengerjakan yang lainnya," ujarnya.
       
Sementara itu, untuk mengatasi banjir yang terjadi di kawasan Pagarsih pihaknya mesti memperlebar sungai Citepus. Sebab kawasan Pagarsih merupakan daerah turunan sungai.
       
"Kalau pagarsih itu dengan gravitasi alirannya, jadi harus memperbesar sungai. Kalau Pasteur kan engga ada sungai," kata dia.
    

Pewarta: Asep F

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2017