Antarajawabarat.com, 2/3 - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan optimis 'Gerakan Jabar Menghafal' yang diluncurkan di SMAN 3 dan 5 Kota Bandung, Senin, bisa memberantas bahaya narkoba dan pornografi di kalangan generasi muda.
"Kita mengisi program revolusi mental dengan 'Gerakan Jabar Menghafal'. Saya yakin gerakan ini bisa memberantas narkoba dan pornografi," katanya.
Ia mengatakan untuk mencegah bahaya narkoba dan pornografi di kalangan remaja, diperlukan pendekatan atau cara khusus yang tidak terkesan menggurui.
"Kita mengisi sosialisasi bahaya narkoba dan pornografi bukan dengan ceramah tapi menyentuh pada akhlaqnya. Jika akhlaqnya sudah kita sentuh dengan agama, maka yang namanya narkoba, pornografi, HIV AIDS lewat," kata dia.
Menurut dia, menghafal Al Quran adalah bagian dari kewajiban seorang muslim disamping mengimani dan melaksanakan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
"Membaca Al Quran ada perintah untuk menghafalnya. Memang tidak wajib, tapi ini sampai pada hukumnya Fardhu Kifayah," katanya.
Gerakan Jabar Menghafal yang merupakan upaya untuk meningkatkan minat baca Al Quran pada generasi muda diikuti oleh 15 sekolah tingkat SMA di Jawa Barat.
Ke-15 SMA yang ikut dalam program tersebut di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Cirebon, dan Kabupaten Sukabumi.
Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengatakan ke depannya program ini tidak hanya diikuti oleh pelajar tingkat SMA saja.
"Ke depan akan juga dilaunching Jabar Menghafal untuk SD, SMA. Ada 7,6 juta orang jumlah murid SD, SMA di Jabar. Sehingga Jabar menghapal bisa dilaksanakan oleh 9,2 juta siswa di Jabar," kata Aher. ***4***
Ajat S
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2015
"Kita mengisi program revolusi mental dengan 'Gerakan Jabar Menghafal'. Saya yakin gerakan ini bisa memberantas narkoba dan pornografi," katanya.
Ia mengatakan untuk mencegah bahaya narkoba dan pornografi di kalangan remaja, diperlukan pendekatan atau cara khusus yang tidak terkesan menggurui.
"Kita mengisi sosialisasi bahaya narkoba dan pornografi bukan dengan ceramah tapi menyentuh pada akhlaqnya. Jika akhlaqnya sudah kita sentuh dengan agama, maka yang namanya narkoba, pornografi, HIV AIDS lewat," kata dia.
Menurut dia, menghafal Al Quran adalah bagian dari kewajiban seorang muslim disamping mengimani dan melaksanakan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
"Membaca Al Quran ada perintah untuk menghafalnya. Memang tidak wajib, tapi ini sampai pada hukumnya Fardhu Kifayah," katanya.
Gerakan Jabar Menghafal yang merupakan upaya untuk meningkatkan minat baca Al Quran pada generasi muda diikuti oleh 15 sekolah tingkat SMA di Jawa Barat.
Ke-15 SMA yang ikut dalam program tersebut di antaranya Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Cirebon, dan Kabupaten Sukabumi.
Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengatakan ke depannya program ini tidak hanya diikuti oleh pelajar tingkat SMA saja.
"Ke depan akan juga dilaunching Jabar Menghafal untuk SD, SMA. Ada 7,6 juta orang jumlah murid SD, SMA di Jabar. Sehingga Jabar menghapal bisa dilaksanakan oleh 9,2 juta siswa di Jabar," kata Aher. ***4***
Ajat S
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2015