Antarajawabarat.com,6/6 - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai kenaikan harga jengkol di beberapa wilayah Jawa Barat adalah hal yang wajar karena jengkol adalah salah satu komoditas yang elastis artinya harga sewaktu-waktu bisa naik dan bisa turun.

"Kalau menurut saya, jengkol itu barang yang elastis, jadi jangan terlalu seriuslah walaupun harganya naik akhir-akhir ini," kata Ahmad Heryawan di Bandung, Kamis.

Dikatakannya, secara hukum ekonomi pasar biarkan saja harga jengkol naik dipasaran, lagipula komoditas ini bukanlah merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

"Jadi biarkan saja, itu kan bukan makanan pokok masyarakat, kata Heryawan.

Harga jengkol di dua pasar tradisional yang ada di Kota Bandung yakni Pasar Kosambi bahkan menyentuh pada kisaran Rp50 ribu per kilogram.

Selain harganya yang tinggi, beberapa penjual di dua pasar itu sudah tidak menjual makanan yang biasa di semur atau di goreng.

"Waduh, sudah nggak jual jengkol dulu, harganya terlalu mahal. Kalau masih Rp16.000 mah masih berani jualnya," kata salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kosambi, Maman.

Ajat S

Pewarta:

Editor : Irawan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2013