Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memastikan Peringanan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 siap digelar, Ahad (29/5), di 39 kecamatan secara serentak.

"Saya tidak menyangka, awalnya ditelepon langsung Bu Menteri Sosial Tri Rismaharini, ada kepercayaan, Tasikmalaya jadi penyelenggara HLUN 2022. Saya berterima kasih jadi tuan rumah, dengan waktu persiapan 20 hari, kami coba ngebut," kata Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto di Tasikmalaya, Sabtu malam.

Ia mengatakan HLUN 2022 dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan yang berjumlah 39 wilayah dengan mengusung tema pelayanan promotif dan preventif yang melibatkan peran pos binaan terpadu (Posbindu) lansia.

Dalam rangka menyukseskan persiapan HLUN, selama 20 hari, Pemda telah membentuk panitia lokal yang bekerja sama secara cepat dengan beberapa elemen, termasuk jajaran Kemensos RI.

"Kami libatkan dari mulai camat, relawan tagana, petugas layanan kesehatan dari tingkat rumah sakit sampai ke tingkat bawah," katanya.

Malam ini Menteri Sosial Tri Rismaharini dan sejumlah pejabat Kementerian Sosial telah meninjau kesiapan kegiatan tersebut langsung ke lokasi kegiatan.

Hari ini, Mensos dan rombongan telah berada di Rumah Sakit Singaparna Citrautama (RS SMC). Mensos meninjau langsung kesibukan panitia yang tengah melakukan persiapan.
Di RS SMC telah berdiri tenda besar dengan nuansa merah putih dengan kursi yang telah tertata rapi. Kapasitas hadirin di tenda sebanyak 500 orang.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Jenderal Kemensos Harry Hikmat dan rombongan juga melaksanakan peninjauan di lokasi peringatan HLUN di Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong.

Kegiatan akan melibatkan 500 lansia di wilayah Tasikmalaya. "Mereka akan mengikuti senam lansia. Setelah mereka diberikan layanan pemeriksaan kesehatan, perekaman e KTP dan juga akan menerima sejumlah bantuan," kata Kepala Sentra Gau Mabaji Makassar Subhan Kadir.

Hari ini juga telah dilakukan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 11 unit di Desa Cisayong. Bantuan lain berupa renovasi rumah dari Atensi dalam bentuk kebutuhan perabot dan sembako.

Di Cisayong juga telah dibangun Taman Lansia. "Salah satunya diharapkan dengan taman ini masyarakat bisa berbaur dan menjalin interaksi lebih erat," katanya.

Taman Lansia ini merupakan aset milik desa yang dikelola BUMdes Cisayong. Selain sebagai ruang publik, Taman Lansia juga dimanfaatkan secara komersial oleh desa. "Bisa digunakan untuk keperluan tertentu dengan tarif sewa Rp2,5 juta. Kegiatan besar, beberapa kali sudah digelar," katanya.*
 

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022