Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan oksigen medis di kota itu aman guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi pada Februari ini.

Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana memastikan hal tersebut setelah ia melakukan peninjauan ke PT Aneka Gas Industri, Jalan Industri, Kota Bandung, Senin.

Baca juga: PTM di Kota Bandung dibatasi jadi 50 persen akibat kasus COVID-19 melonjak

Menurutnya, stok tabung oksigen di lokasi cukup banyak."Kita lihat cukup banyak. Alhamdulillah beberapa rumah sakit sudah punya tangki, sehingga punya stok untuk beberapa hari," kata Yana.
 
Di lokasi tersebut masih tersedia 9 ton tabung oksigen yang bila dikonversi setara dengan 8.000 meter kubik atau 1.300 tabung.
 
Menurut dia, stok tabung oksigen di PT Aneka Gas Industri tersedia sebanyak 80 persen. Namun, ia berharap kasus COVID-19 tidak semakin melonjak dan stok oksigen itu tidak digunakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan kondisi stok tabung oksigen di Kota Bandung saat ini dipastikan masih stabil jika dibandingkan dengan kondisi ketika adanya lonjakan COVID-19 pada pertengahan 2021.
 
Selain itu, katanya, saat ini 13 rumah sakit di Kota Bandung sudah memiliki tangki untuk menyimpan cadangan oksigen.“Secara teknis tidak hanya mengandalkan tabung. Jadi, dari tangki ada saluran langsung ke kamar-kamar pasien,” kata Elly.

Baca juga: 27 pemain dan ofisial Persib jalani karantina karena terpapar COVID-19

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kota Bandung kembali naik, sebut Dinkes

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022