Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat angka kasus positif COVID-19 dari sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) bertambah menjadi 117 orang.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna di Bandung, Jawa Barat, Rabu, mengatakan 117 orang yang positif itu didapat dari tes acak.

Akibatnya, kata dia, PTM di 22 sekolah dihentikan dan dikembalikan ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kita harus komitmen dan konsisten dengan regulasi. Begitu kasus itu masuk di atas lima persen, otomatis sekolah itu harus menghentikan sementara. Sementara ya, karena ada peluang untuk nanti berjalan kalau memang semua sudah terkendali," kata dia.

Menurut Ema, jumlah sekolah yang bakal terkena dampak pemberhentian PTM pun berpotensi bertambah.

Ia menjelaskan hal tersebut karena konsekuensi dari upaya pelacakan dan pencegahan penyebaran COVID-19.

"Karena tetap harus kita kejar bagaimana kesehatan dari tenaga pengajar dan pada anak didik siswa dan siswi yang kita sayangi," kata dia.

Dia mengatakan dari 117 orang yang terkonfirmasi positif itu tidak ada yang mengalami gejala berat hingga kritis.

Meski begitu, ia memerintahkan Dinas Kesehatan agar tetap melakukan penanganan sebaik mungkin.

Selain penanganan, menurutnya Dinas Kesehatan pun bakal terus memastikan memantau seratusan orang itu hingga kembali dinyatakan negatif COVID-19.

"Nah kalau itu sudah kembali normal, ya kita kembalikan lagi, PTM berjalan lagi," kata Ema.

Pada Minggu (24/10), Dinas Pendidikan Kota Bandung menyatakan ada sebanyak 84 orang yang dinyatakan positif COVID-19 dari tes acak yang dilakukan bagi siswa, guru, maupun pihak sekolah yang memberlakukan PTM di sekolah.

Dari 84 orang itu, 80 orang di antaranya merupakan siswa dan empat orang lainnya merupakan guru. Saat itu ada 14 sekolah yang diperintahkan untuk memberhentikan PTM dan kembali melaksanakan PJJ.

Baca juga: Pemkab Bandung optimalkan kolaborasi konvergen tangani kemiskinan ekstrem

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Bandung naik karena tambahan dari PTM

 

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021