Jalan milik provinsi yang membentang di sepanjang wilayah Selatan Cianjur, Jawa Barat, dalam kondisi rusak sedang dan berat, sehingga menghambat arus lalu lintas terutama aktifitas ekonomi dan sosial, bahkan rusaknya landasan jalan penyebab utama terjadinya kecelakaan tunggal.

Pantauan Antara, rusaknya landasan jalan milik provinsi, dengan kondisi berat terlihat mulai dari Kecamatan Pagelaran hingga Kecamatan Cibinong, sepanjang 30 kilometer. Dimana sebagian besar aspalnya terkelupas, sehingga membuat lubang berbagai ukuran yang dapat menyebabkan kecelakaan terutama pengendara sepeda motor.

Informasi warga di tiga Kecamatan, rusaknya jalan yang belum mendapat perbaikan dari dinas terkait di Pemprov Jabar itu, sudah terjadi sejak satu tahun terakhir, akibat faktor cuaca dan pemeliharaan yang kurang. Sehingga setiap hari, kecelakaan tunggal seperti pengendara sepeda motor yang terjungkal, atau truk pengangkut hasil bumi yang patah per, hingga terjungkal, kerap terjadi.

"Belum ada yang sampai meninggal, hanya luka berat yang paling parah. Kami sudah mengajukan perbaikan melalui Kecamatan dan pemkab agar jalan provinsi dapat segera diperbaiki. Sudah jelas rusaknya jalan ini, membuat aktifitas terutama ekonomi terganggu, " kata Ceng Ceng tokoh pemuda Pagelaran, saat dihubungi Jumat.

Ia menjelaskan, akibat rusaknya jalan tersebut, membuat jarak tempuh menjadi lama karena pengendara harus jeli membawa kendaraan agar tidak terjerembab ke dalam lubang, terutama kendaraan yang membawa hasil bumi yang kerap mengalami patah per, hingga terjungkal karena lubang yang dilindas cukup dalam.

"Kami berharap dinas terkait, segera memperbaiki jalan yang rusak ini, agar roda perekonomian warga tetap berjalan dan aktifitas lainnya tidak terhambat. Selama ini, jalur tersebut merupakan jalur utama penghubung Cianjur ke selatan yang padat dilalui kendaraan, " katanya.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan pihaknya telah berkorodinasi dengan Pemprov Jabar, terkait rusaknya ruas jalan selatan yang membentang di tiga Kecamatan Pagelaran, Tanggeung dan Cibinong, agar segera diperbaiki karena merupakan akses utama antar Kecamatan dan jalur utama dari Cianjur ke selatan.

"Kami sudah kordinasikan ke pemprov, agar jalan milik provinsi dapat segera diperbaiki karena bukan tanggungjawab Pemkab Cianjur. Kami berharap warga dapat bersabar karena sebagian besar dana pemerintah masih difokuskan untuk penanganan COVID-19, " katanya.

Baca juga: Pemkab Cianjur tetap bangun jalan rusak secara bertahap

Baca juga: Jalan nasional di Cianjur banyak berlubang rawan kecelakaan tunggal

Baca juga: Pemkab prioritaskan pembangunan infrastruktur di selatan Cianjur

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021