Gerakan Pemuda (GP) Ansor tetap menggelar apel kebangsaan di tengah masa pandemi COVID-19 secara virtual dengan melibatkan 6.410 kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) demi menghindari penularan virus corona, Minggu.

"Apel secara virtual yang bisa melibatkan ribuan kader ini, tentunya bisa menjadi cara baru bagi Ansor untuk tetap menjalankan kegiatan organisasi, meskipun dalam situasi pandemi COVID-19," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan memberikan orasi pada Apel Kebangsaan Virtual Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kabupaten Rembang.

Sebanyak 6.410 kader yang mengikuti apel bertajuk "Apel Kebangsaan" tersebut, merupakan pasukan andalan Nahdlatul Ulama (NU) dan merupakan orang yang terpilih untuk mewakili 5 juta kader Banser di Pulau Jawa.

Dari wilayah Jawa Timur tercatat ada 2.150 anggota yang terlibat, Jateng sebanyak 1.800 kader, Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 300 kader, Jawa Barat sebanyak 1.400 kader, DKI Jakarta sebanyak 350 kader dan Banten sebanyak 410 kader.

Pelaksanaan apel juga menerapkan protokol kesehatan ketat dengan memakai masker, faceshield, dan menjaga jarak.

Karena secara virtual, maka ribuan kader di seluruh penjuru Jawa mengikuti kegiatan apel lewat layar monitor, sedangkan lokasi apel beragam, ada yang di kantor Ansor, kantor NU, pondok pesantren, halaman madrasah, hotel, dan lapangan terbuka.

Selain diikuti kader di tanah air, katanya, kegiatan perdana apel virtual ini juga diikuti kader Banser di luar negeri yakni Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan Mesir.

"Termasuk ada dua bupati yang juga kader Banser, yakni Bupati Batang Wihaji dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf," ujarnya.

Bertindak sebagai pimpinan apel merupakan Wakil Satkornas Banser Hasan Basri Sagala, sedangkan pembina apel Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Abdul Rochman.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan pemerintah agar tetap berupaya maksimal dalam penanganan COVID-19.

"Tegakkan pelaksanaan protokol kesehatan dan aturan hukum dengan tegas dan adil," ujarnya.

Sikap tegas pemerintah tersebut, tandas Gus Yaqut, sangat penting agar penanganan virus yang telah menjangkiti seluruh negara di dunia ini bisa segera teratasi, mengingat vaksin yang terbukti ampuh melawan virus hingga kini juga belum tersedia.

Ansor juga meminta pemerintah untuk melakukan deteksi dini dengan mencegah potensi kerumunan yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat, mengingat pada kasus yang telah terjadi seperti tempat-tempat wisata saat libur panjang, kerumunan massa sangat rentan menjadi sarana penyebaran baru virus corona.

Ia juga meminta para tokoh untuk bertanggung jawab dan memberi teladan kepada masyarakat.

Baca juga: Alfian Tanjung meminta maaf kepada Ansor dan NU

Baca juga: Moeldoko: Banser layak jadi komponen cadangan pertahanan

 

Pewarta: Akhmad Nazaruddin

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020