Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengatakan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor sangat layak menjadi komponen cadangan pertahanan karena memiliki struktur yang lengkap dari tingkat pusat hingga daerah.

"Saya tidak sangsi soal loyalitas dan integritas kalian terhadap bangsa. Jika ada potensi komponen cadangan, saya setuju Banser bisa jadi komponen cadangan," ujarnya, saat membuka Apel Kebangsaan dan Pembukaan Susbanpim (Kursus Banser Pimpinan) Angkatan V di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Senin, demikian keterangan tertulis yang diterima ANTARA.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Kepala Polda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan, Bupati Pasuruan sekaligus Kasatkorwil Banser Jawa Timur, M Irsyad Yusuf, Sekda Jawa Timur, Heru Tjahjono, Kasatkornas Banser, Alfa Isnaeni, Sekjen GP Ansor, Abdul Rochman, Ketua PW Ansor Jawa Timur, Syafiq Sauqi, pejabat TNI/Polri, serta ribuan kader Ansor dan Banser.

Menurut Moeldoko, untuk menjadi komponen cadangan, Banser perlu dilatih lagi soal kedisiplinan fisik dan mental, serta penggunaan senjata. Moeldoko juga mengapresiasi program seperti Susbanpim untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.

"Kalau di tentara ini ibarat Sesko, jadi saya baru tahu Banser juga punya struktur pelatihan yang baik dari tingkat dasar hingga tinggi. Ini menyiapkan pemimpin masa depan," katanya.

Pada kesempatan itu, Moeldoko meminta Banser juga memberikan kontribusi lebih nyata dalam pembangunan bangsa. Sejumlah program pemerintah sedang disiapkan agar visi Indonesia Maju bisa terlaksana. Program-program itu di antaranya kartu Pra Kerja yang bisa memberikan bantuan kepada mereka yang baru lulus sekolah agar siap kerja.

"Kartu Prakerja diterbitkan bukan untuk menggaji pengangguran. Kartu ini disiapkan untuk mendorong lulusan sekolah agar siap kerja dengan bekal kursus," tegasnya.

Adapun Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut pada kesempatan itu menyematkan jaket Banser kepada Moeldoko. Gus Yaqut mengatakan sebelum ada usulan undang-undang Komponen Cadangan Banser dari dulu siap sebagai Komponen Cadangan.

"Tanpa ada UU pun Banser sudah siap ketika ada gangguan terhadap negeri ini, Banser pasti akan ikut terlibat dalam mempertahankan NKRI. Nggak usah ditanya lagi, Banser pasti dan sudah siap membantu jika dibutuhkan," tegasnya.

Gus Yaqut mengatakan, Susbanpim V yang diikuti ratusan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia ini salah satu bentuk kesiapan itu.

"Susbanpim ini adalah pendidikan Banser tertinggi yang bertujuan mencetak pimpinan Banser di masing-masing tingkatan dari Sabang sampai Merauke. Kita siapkan para pemimpin Banser agar organisasi berjalan dengan baik dan profesional dalam menjawab dinamika yang menggelinding secara cepat," ungkapnya.

Baca juga: Banser Tasikmalaya menggalang dana untuk bantu korban banjir Jabodetabek
 

Pewarta: M Arief Iskandar

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020