Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Jawa Barat, mencatat seorang anggota DPRD daerah itu dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap dan yang bersangkutan menjalani isolasi di vila khusus, sedangkan 15 orang pegawai dan anggota DPRD lainnya menjalani isolasi mandiri.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Cianjur dr Yusman Faisal saat dihubungi, Selasa, mengatakan anggota DPRD Cianjur, inisial D memiliki riwayat perjalan keluar kota selama beberapa hari terakhir dan dinyatakan positif setelah dilakukan tes usap.

"Kami langsung melakukan penelusuran, siapa saja yang berkontak langsung dengan D, dan ditemukan 15 orang yang terdiri dari pendamping dan anggota DPRD lainnya. Sehingga, mereka langsung diminta melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes usapnya keluar," kata Yusman.

Ia mengaku pihaknya langsung melakukan tes cepat dan usap terhadap anggota dewan dan pegawai di Kantor DPRD Cianjur, sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil tes keluar.

Untuk 15 orang yang terdiri dari anggota DPRD dan pegawai yang berkontak langsung dengan D, menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, sambil menunggu hasil tes keluar dengan harapan seluruhnya negatif, sehingga dapat beraktivitas kembali seperti semula.

"Mereka akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, kalau hasil tes usapnya sudah keluar, baru akan dilakukan tindakan jika positif. Sedangkan untuk D menjalani isolasi di Vila Ciherang karena tidak dibarengi gejala," katanya.

Meski ada anggota DPRD yang positif COVID-19, tidak mengganggu aktivitas di kantor wakil rakyat, sebagian besar pegawai dan beberapa orang anggota dewan masih tetap masuk kantor dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Baca juga: PMI periksa kesehatan penyintas banjir Cianjur "door to door"

Baca juga: DPR dan Kemensos serahkan bantuan untuk korban bencana alam

 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020