Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, mengimbau berbagai kalangan dan perusahaan di daerah setempat untuk segera melapor jika kedatangan oknum yang mengaku petugas kesehatan keliling dengan menawarkan jasa penyemprotan disinfektan dan pengasapan (fogging) berbayar.

Sekretaris Dinkes Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy saat dihubungi, Kamis mengatakan pihaknya kembali mendapat laporan terkait oknum yang menjual nama dinas untuk meraup keuntungan pribadi dengan cara menawarkan penyemprotan disinfektan dan fogging ke sejumlah perusahaan ekpedisi dan jasa kurir di Kecamatan Cilaku dengan memasang tarif hingga ratusan ribu rupiah.

"Untungnya pihak perusahaan memastikan hal tersebut ke dinas karena curiga dengan gerak-gerik pelaku yang berjumlah tiga orang mengaku sebagai petugas kesehatan keliling. Kami sempat meminta pihak perusahaan untuk menahan oknum tersebut," katanya.

Namun pelaku yang diduga orang yang sama dengan laporan Kantor Imigrasi Cianjur beberapa bulan yang lalu, sempat kedatangan tiga orang pria yang mengaku dari dinas kesehatan dan menawarkan hal yang sama dengan mematok harga ratusan ribu rupiah. Kembali beraksinya oknum tersebut, pihaknya mengimbau berbagai kalangan untuk tidak melayani.

Pasalnya ungkap Irvan, untuk penyemprotan disinfektan dan fogging atau pengasapan dapat diajukan melalui ke puskesmas setempat atau langsung ke dinas kesehatan, tanpa dipunggut biaya sepeserpun. Sehingga pihaknya mengimbau warga atau kalangan pengusaha yang kedatangan oknum tersebut, segera melapor ke dinas atau ke pihak berwajib.

"Kami tidak pernah mengirim petugas kesehatan keliling untuk mendatangi warga atau perusahaan maupun sekolah untuk menawarkan penyemprotan berbayar. Jangan sampai dilayani, langsung laporkan ke polisi atau polsek setempat karena mereka bukan bagian dari Dinkes," katanya.

Sebelumnya perusahaan jasa ekpedisi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, melaporkan kedatangan tiga orang pria yang mengaku dari Dinkes Cianjur, menawarkan penyemprotan disinfektan dengan tarif Rp800 ribu termasuk fogging. Tidak percaya dengan gerak-gerik pelaku, seorang staf memastikan pada kerabatnya yang bekerja di dinas tersebut.

"Kami memastikan apakah benar atau tidak karena gerak-gerik ketiganya mencurigakan, kami sempat meminta mereka menunggu, namun mereka langsung pergi tanpa pamit," kata Wawan staf perusahan tersebut.

Baca juga: Terminal dan angkutan umum di Kota Sukabumi disemprot disinfektan cegah COVID-19

Baca juga: Polisi semprotkan disinfektan massal di jalanan Sukabumi cegah COVID-19

Baca juga: PMI lakukan disinfeksi RS Bunut Kota Sukabumi

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020