Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat, terus berupaya membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 seperti melakukan penyemprotan disinfektan (disinfeksi) pada angkutan umum dan kawasan terminal.

"Dipilihnya angkutan umum dan terminal sebagai titik fokus disinfeksi ini karena angkutan umum digunakan oleh banyak orang, sama halnya terminal merupakan tempat keluar masuk orang dari berbagai daerah, sehingga lokasi tersebut rawan penyebaran COVID-19," kata Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowirya di Sukabumi, Sabtu.

Menurutnya, dalam melakukan disinfeksi ini, pihaknya juga berkolaborasi dengan Polres Sukabumi Kota khususnya Satuan Lalu Lintas untuk menjaring angkutan umum yang melintas dan langsung disemprot dengan disinfektan baik bagian dalam maupun luar kendaraan tersebut.



Kemudian untuk di terminal, pihaknya mendisinfeksi seluruh fasilitas yang ada, tidak terkecuali bus pun ikut menjadi sasaran dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina ini.

Tidak hanya sebatas mendisinfeksi, relawan PMI pun memberikan sosialisasi baik kepada penumpang, sopir maupun warga untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Disinfeksi dan 3M ini merupakan cara efektif mencegah atau meminimalisasi terjadinya penyebaran virus yang bisa menyebabkan kematian ini. Kami pun selalu mengingatkan warga agar tidak menganggap enteng virus ini, karena jika terinfeksi bisa menyebar ke orang tercinta dan lainnya dampak fatalnya adalah kematian," tambahnya.



Suranto mengatakan sejak awal terjadi pandemi pihaknya sudah melakukan antisipasi dan koordinasi denhan pemerintah setempat, kemudian secara bersama-sama membantu pemerintah melakukan berbagai ikhtiar untuk mencegah penularan.

Namun demikian, kunci sukses untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 ada di tangan masing-masing warga, sebab virus ini tidak akan berpindah tempat dan menyebar terkecuali dilakukan oleh manusia yang tidak menerapkan protokol kesehatan serta tidak mematuhi aturan dari pemerintah.

Maka dari itu, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong melakukan antisipasi, pencegahan dan memutus penyebaran virus yang vaksinya masih dalam tahap percobaan ini. 
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020